Merawat Tali Pusar Bayi

Soal:

Bismillah. Ummu Wildan yang selalu dirahmati Allah, kami ingin meminta saran dan nasihat tentang merawat tali pusar bayi yang baru lahir. Mengingat sampai saat ini (7 hari) istri saya belum berani memandikan anak kami, karena tali pusarnya takut terluka. Atas nasihatnya, kami sampaikan jazakumullahu khairan. (Abu Yusuf, Lamongan)

Jawab:

Alhamdulillah, barakallahu fikum, atas kelahiran putra Anda, semoga selalu mendapatkan berkah-Nya.

Pada bayi yang baru lahir, terdapat tali pusar yang menjadi penghubung antara bayi dan ibunya sebagai penyalur nutrisi dan tumbuh kembang bayi selama dalam rahim ibu. Dan untuk ibu baru bersalin maupun yang baru mempunyai seorang anak, terkadang belum mengetahui cara yang benar bagaimana merawat dan membersihkan tali pusar bayi agar terhindar dari iritasi dan infeksi.

Perlu diketahui, bahwa setelah lahir, tali pusar dan juga ari-arinya tidak diperlukan lagi. Tali pusar akan dipotong 3-5 cm dari dinding perut bayi dan untuk dirawat sampai dia terlepas dengan sendirinya. Perawatan ini bertujuan agar tali pusar tetap kering dan cepat terlepas, meski secara umum tali pusar akan terlepas 1-3 minggu lamanya atau sesuai kondisi bayi dan tali pusarnya.

Adapun beberapa langkah yang bisa diambil oleh ibu maupun keluarga untuk merawat tali pusar adalah sebagai berikut:

  • Untuk membersihkan dan menjaga tali pusar tetap kering, setelah mandi jika tanpa sengaja terkena air dan basah, segera keringkan menggunakan kain bersih. Bisa juga menggunakan kasa steril atau cotton buds dengan cara digulirkan pada sela tali pusar hingga bersih. Kotoran akan menempel pada kasa atau cotton buds tersebut.

Jangan menggunakan antiseptik untuk mengompres atau membersihkannya, karena antiseptik akan memperlambat keringnya tali pusar bayi. Jika terlihat kotor atau basah, cukup bersihkan dengan air hangat dan kasa steril.

  • Tali pusar harus terjaga agar tetap kering, karena keringnya tali pusar akan membantu mempercepat terlepasnya dari tubuh bayi. Tidak perlu membungkus tali pusar dengan kasa, kain, kapas maupun lainnya. Cukup tertutup baju bayi dan biarkan udara yang masuk untuk membantu sirkulasi udara dan agar tali pusar cepat kering. Jika tali pusar kena popok, maka usahakan popoknya cukup dipakai di bawah tali pusar saja dan bajunya juga sedikit longgar, agar tali pusar tidak tertekan dan mengganggu tali pusar bila belum kering.
  • Jika harus memakai kain kasa untuk menutup tali pusar, maka gantilah kain kasa tiap kali terlihat sudah kotor atau lembab. Hindari penggunaan kapas kering untuk menutup tali pusar bayi. Sebab, serat kapas akan lengket dan menempel pada tali pusar bayi.
  • Hindari salep atau obat oles lain pada tali pusar untuk membersihkan atau membuatnya cepat kering, kecuali atas resep dokter.
  • Biarkan tali pusar terlepas dengan sendirinya, jangan ditarik, dipaksa untuk dilepas. Karena akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada bayi atau bahkan bayi akan merasa sakit.
  • Jangan pernah lupa untuk memulai memegang bayi dengan selalu cuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik di air yang mengalir. Karena bayi masih rentan terkena bakteri atau kotoran apa pun dari orang dewasa juga lingkungannya.  (Ummu Wildan A.Md. Keb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *