Wahai Para Pengikut Rasul, Pertolongan Allah Telah Dekat

WAHAI PARA PENGIKUT RASUL, PERTOLONGAN ALLAH TELAH DEKAT ! 

Oleh: Ust. Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah Lc.

Tidak tersembunyi bagi setiap muslim tentang tekanan yang berat dari para pembela kebatilan atas para pembela kebenaran pada hari ini. Para pembela kebenaran yang teguh di atas agamanya pada hari ini seperti menggenggam bara api dalam hal kesulitan dan puncak ujian. Tidaklah tergambar orang yang menjaga agamanya dan cahaya imannya kecuali dengan kesabaran yang besar.

Sungguh, pada hari ini begitu merajalela kekuatan para penentang agama, begitu dahsyat makar-makar mereka yang terkadang membuat ngeri orang-orang yang berpegang teguh dengan agama Allah ﷻ.

Di dalam kondisi-kondisi kritis yang begitu mengguncang dada, terkadang muncul pertanyaan dari para pemegang panji al-Haq, “Kapankah datang pertolongan Allah?” Maka sesungguhnya pertolongan Allah adalah dekat. Allah tidak akan membiarkan pasukan dan para pembela-Nya di dalam keterpurukan dan Allah tidak akan biarkan para penentang agama-Nya menindas serta membantai para pembela-Nya.

Sedikit tulisan di bawah ini, insya Allah dapat menjadi penghibur bagi setiap muslim yang berpegang teguh dengan agamanya pada saat ini, bahwa pertolongan Allah ﷻ adalah keniscayaan bagi setiap orang yang berpegang teguh dengan agama Rasul-Nya dan bahwa cepatnya kehancuran akan menimpa orang-orang yang menentang agama-Nya.

DUA WAHYU ALLAH ADALAH SUMBER PERTOLONGANNYA

Sesungguhnya kaum muslimin selalu ditolong oleh Allah ﷻ dari orang-orang kafir selama mereka berpegang teguh dengan dua wahyu yang mulia. Allah ﷻ berfirman:

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Ali ‘Imran: 101)

Al-Imam Ibnu Katsir v\ berkata, “Yaitu bahwa kekufuran jauh dari kalian dan kalian dijauhkan darinya, karena sesungguhnya ayat-ayat Allah ﷻ turun atas Rasul-Nya malam dan siang, dan dia membacakannya serta menyampaikannya kepada kalian.” (Tafsir al-Qur’anil-‘Azhim 1/597)

Syaikh Abdulmalik bin Ahmad Ramadhani b\ berkata, “Di dalam ayat di atas Allah Ta’ala mencukupkan atas makar terbesar yang dirancang oleh orang-orang kafir terhadap kaum muslimin, yaitu upaya mengafirkan kaum muslimin …seakan-akan Allah ﷻ berfirman, ‘Betapapun besarnya makar mereka yang bisa melenyapkan gunung … sesungguhnya iman kalian tidak akan lenyap selama kalian terus membaca wahyu, baik al-Kitab maupun as-Sunnah.’” (Madarik anNazhar fi asSiyasah hal. 46)

PARA RASUL MENDAPAT PERTOLONGAN ALLAH YANG PALING SEMPURNA

Tatkala para Rasul adalah manusia yang paling mengikuti wahyu maka mereka diiringi pertolongan Allah yang paling sempurna. Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Allah telah menetapkan:Aku dan para Rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa. (QS. al-Mujadilah: 21)

Dan Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan Sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. (QS. ash-Shaffaat: 171-173)

Allah ﷻ juga berfirman:

Sesungguhnya Kami menolong Rasul-Rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). (QS. Ghafir: 51)

PENGIKUT RASUL AKAN MENDAPAT PERTOLONGAN ALLAH SESUAI KADAR ITTIBA’NYA KEPADA MEREKA

Siapa yang ittiba’ (mengikuti) para Rasul maka dia akan mendapat pertolongan Allah ﷻ sesuai dengan kadar ittiba’nya kepada mereka. Allah ﷻ berfirman kepada Musa dan Harun –‘alaihimassalam– dan para pengikut keduanya:

Kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang. (QS. al-Qashash: 35)

Dan Allah ﷻ berfirman kepada Isa p\ serta para pengikutnya:

(Ingatlah), ketika Allah berfirman:Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. (QS. Ali ‘Imran: 55)

Al-Imam Ibnul Qayyim v\ berkata, “Tatkala orang-orang Nasrani memiliki bagian dari ittiba’ kepada Isa p\ maka mereka di atas orang-orang Yahudi sampai hari kiamat. Sedang tatkala kaum muslimin lebih ittiba’ kepada Isa daripada orang-orang Nasrani maka mereka di atas Nasrani sampai hari kiamat.” (Ighatsah al-Lahfan 2/197-198)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v\ berkata, “Karena inilah setiap orang yang ittiba’ kepada Rasul maka Allah bersamanya sesuai dengan kadar ittiba’nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (QS. al-Anfal: 64)…..

Setiap orang yang mengikuti Rasul dari seluruh kaum muslimin maka Allah telah mencukupinya (melindunginya), ini makna keberadaan Allah menyertainya, perlindungan yang mutlak bersama ittiba’ yang mutlak, dan perlindungan yang kurang bersama ittiba’ yang kurang. Jika ada sebagian kaum mukminin yang mengikut Rasul dimusuhi dengan sebab ittiba’nya maka Allah akan mencukupinya (melindunginya), Allah bersamanya dan dia mendapatkan bagian dari firman Allah Ta’ala yangb artinya:

…di waktu dia berkata kepada temannya, ‘Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS. at-Taubah: 40)

Karena sesungguhnya orang yang ittiba’ ini hatinya mencocoki Rasul, meskipun dia tidak menemani Rasul dengan badannya. Sedangkan yang asal di dalam hal ini adalah hati, sebagaimana di dalam ash-Shahihain, dari Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ بِالْمَدِينَةِ أَقْوَامًا مَا سِرْتُمْ مَسِيرًا وَلَا قَطَعْتُمْ وَادِيًا إِلَّا كَانُوا مَعَكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ وَهُمْ بِالْمَدِينَةِ قَالَ وَهُمْ بِالْمَدِينَةِ حَبَسَهُمْ الْعُذْرُ

Sesungguhnya di dalam Madinah itu ada sekelompok kaum, yang tidaklah kalian menempuh perjalanan dan tidaklah kalian menyebrangi lembah kecuali mereka diikutsertakan bersama kalian dalam ganjaran.’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah mereka berada di dalam Madinah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka di Madinah karena mereka terhalangi oleh udzur.’

Maka mereka ini, hati mereka bersama Nabi n\ dan para sahabatnya yang berperang. Mereka memiliki kebersamaan maknawi dengan Nabi di dalam berjihad di medan perang, maka Allah ﷻ bersama mereka sesuai dengan kadar kebersamaan maknawi tersebut.” (Minhajus-Sunnah 8/487-488)

BAHAYA BESAR ATAS ORANG-ORANG YANG MENYELISIHI PARA RASUL

Sebagaimana Allah ﷻ tetapkan keteguhan para pengikut Nabi-Nya n\ di atas agama, sebaliknya, Allah jadikan orang-orang yang menyelisihi Rasul terancam bahaya di dalam agama mereka. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Apabila dikatakan kepada mereka:Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul,” niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” (QS. an-Nisa’: 61-62)

Al-Imam Ibnul Qayyim v\ berkata, “Allah mengancam mereka, bahwa mereka jika tertimpa musibah di dalam akal-akal mereka, agama-agama mereka, penglihatan-penglihatan mereka, badan-badan mereka, dan harta-harta mereka dengan sebab berpalingnya mereka dari apa yang dibawa Rasul, menjadikan hakim selainnya dan berhukum kepadanya, sebagaimana di dalam firman Allah Ta’ala: ‘Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka,’ maka mereka berdalih bahwa mereka bermaksud penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna …” (I’lam alMuwaqqi’in 1/50)

PENYEGERAAN KEHANCURAN ATAS PARA PENENTANG RASUL

Sebagaimana para pengikut Rasul ditolong oleh Allah ﷻ, maka orang-orang yang menyelisihi para Rasul juga diterlantarkan oleh Allah. Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang menetang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (QS. al-Mujadilah: 20)

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي

“… dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi orang yang menyelisihi perintahku.” (Diriwayatkan oleh Ahmad di dalam Musnad-nya: 4868 dan dihasankan oleh al-Albani di dalam alIrwa’: 1269)

Orang-orang yang berakal telah sepakat, bahwa sebab kekalahan terbesar adalah perselisihan, sedang perselisihan yang paling berbahaya adalah perselisihan di dalam agama. Tatkala perselisihan tumbuh dari kekurangan di dalam ketaatan kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya n\ maka Allah mengiringkan keduanya di dalam satu ayat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi kalah dan hilang kekuatanmu. (QS. al-Anfal: 46)

Dan tatkala berpegang teguh dengan as-Sunnah adalah bahtera penyelamat di samudera perselisihan, maka Nabi n\ memerintahkan agar berpegang teguh dengannya saat terjadi perselisihan. Beliau n\ bersabda:

مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرى اخْتِلَافاً كَثِيْراً، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِيْ عَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ

Siapa yang hidup lama dari kalian akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Rasyidin yang mendapat petunjuk sepeninggalku.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya 4/126, ad-Darimi dalam Sunan-nya 1/57, at-Tirmidzi dalam Jami’-nya 5/44, dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya 1/15, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Zhilal alJannah: 26, 34)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (QS. Ali ‘Imran: 105)

Dan Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Dan di antara orang-orang yang mengatakan:Sesungguhnya kami ini orang-orang Nasrani,” ada yang telah Kami ambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. (QS. al-Ma’idah: 14) 

Allah ﷻ juga berfirman yang artinya:

….dan al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. (QS. al-Ma’idah: 64)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v\ berkata, “Ini adalah nash bahwa mereka meninggalkan sebagian yang diperintahkan kepada mereka, dan ini menyebabkan jatuhnya mereka ke dalam permusuhan dan kebencian yang diharamkan.” (Majmu’ Fatawa 20/109)

Setiap orang yang menyelisih Rasul maka dia akan disegerakan hukumannya oleh Allah ﷻ, sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi a\, bahwa dia diutus oleh Rasulullah n\ untuk menyampaikan surat beliau kepada Kisra. Beliau menyuruhnya agar menyerahkan surat itu kepada pembesar Bahrain, lalu ia menyerahkannya kepada pembesar Bahrain, setelah itu dia sampaikan ke Kisra. Setelah membacanya, ia merobeknya. Maka Rasulullah n\ mendoakan agar mereka dicabik-cabik dengan sehancur-hancurnya.” (HR. al- Bukhari: 4072)

Di dalam riwayat yang lain, bahwa Rasulullah n\ memberitahukan kepada utusan Kisra, bahwa Kisra telah terbunuh. (As-Silsilah ash-Shahihah: 1429)

Di dalam kisah di atas, Nabi n\ mengetahui kebinasaan Kisra ketika merobek surat beliau, karena Allah ﷻ telah memutuskan disegerakannya hukuman orang-orang yang menentang Nabi n\. Allah ﷻ berfirman yang artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus. (QS. al-Kautsar: 3)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v\ berkata, “Sesungguhnya Allah ﷻ memutus orang yang membenci Rasul-Nya dari semua kebaikan, memutus penyebutannya, keluarga, dan hartanya sehingga dia merugi semuanya itu di akhirat. Allah memutus kehidupannya hingga dia tidak bisa mengambil manfaatnya, tidak bisa menjadikannya sebagai bekal amal shalih untuk akhiratnya, Allah memutus hatinya sehingga tidak bisa memahami kebaikan, tidak menyiapkan hatinya untuk ma’rifat kepada-Nya, menicintai-Nya dan mengimani para Rasul-Nya. Allah putus amalan-amalannya hingga tidak digunakannya di dalam ketaatan kepada-Nya. Allah memutusnya dari para penolong hingga dia tidak mendapati seorang pun pembela dan penolong. Allah memutusnya dari semua ibadah-ibadah dan amal-amal yang shalih hingga dia tidak mendapati rasa nikmat dan kelezatan pada ibadah-ibadah tersebut. Jikalau dia melakukannya secara lahir, sesungguhnya hatinya lari darinya.

Inilah balasan bagi orang yang membenci sebagian apa yang dibawa oleh Rasul n\ dan menolaknya dengan sebab hawa nafsunya, pimpinannya, gurunya, panglimanya, atau tokohnya …” (Majmu’ Fatawa 16/526)


PENUTUP

Semoga sedikit goresan pena ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua agar kita terus bersemangat mengamalkan apa yang diajarkan Rasul kita, Muhammad n\ dan memperjuangkannya. Yakinlah, bahwa pertolongan Allah selalu menyertai hamba-Nya yang menolong agama-Nya dan bahwa kehancuran pasti akan menimpa setiap manusia yang menentang agama-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *