Agar Doa Kita Terkabul

Agar Doa Kita Terkabul

Oleh: Ust. Ahmad Sabiq Lc.

 

Manusia makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lemah. Banyak yang menjadi harapan dan keinginan, tapi sering tidak bisa atau belum tercapai. Ini semua menunjukkan bahwa di atas semua makhluk ada Rabb yang maha segalanya, yang menentukan perjalanan alam semesta. Dari sinilah sangat perlu kita memohon dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala kebutuhan dunia dan akhirat kita. (QS. al-Baqarah : 186)

Lalu bagaimana caranya agar doa kita terkabul? Silakan simak ulasan berikut ini.

 

  1.  Ikhlas

Keikhlasan merupakan poros semua amalan dan ibadah, termasuk dalam berdoa. Doa orang yang ikhlas akan lebih didengar dan diperhatikan oleh Allah. Karena itulah Allah memerintah kita supaya berdoa dalam keadaan ikhlas dan memurnikan agama. (QS. Ghāfir: 14)

 

  1. Tidak berdoa untuk sesuatu yang dosa dan memutus silaturahmi.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

 

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللهُ أَكْثَرُ »

 

Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan hubungan kekerabatan melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan doanya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu, kami akan memperbanyak berdoa.” Nabi lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad 3/18)

 

  1. Hendaknya makanan dan pakaian dari yang halal dan bagus.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Allah juga memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul dalam firman-Nya (artinya): ‘Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.’” (QS. al-Mu’minūn: 51) Dan Dia juga berfirman, (yang artinya): ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik, yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. al-Baqarah: 172) Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu, mengulurkan kedua tangan ke langit sembari berdoa, ‘Ya Rabbi… Ya Rabb….!’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, ia kenyang dengan makanan yang haram. Maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?!” (HR. Muslim)

 

  1. Tidak tergesa-gesa dalam menunggu terkabulnya doa.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu selagi tidak tergesa-gesa. Yaitu ia mengatakan, ‘Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan.’” (HR. al-Bukhari Muslim)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Yang dimaksud dengan sabda Nabi, ‘Saya berdoa tetapi tidak dikabulkan’, yaitu seseorang bosan berdoa lalu meninggalkannya. Seakan-akan mengungkit-ungkit dalam doanya, atau mungkin dia berdoa dengan baik sesuai dengan syaratnya, tetapi bersikap bakhil dalam doanya dan menyangka Allah tidak mampu mengabulkan doanya. Padahal Allah adalah Yang Mahamengabulkan doa dan tidak pernah habis pemberian-Nya.”

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang sudah berdoa tapi faktanya belum terkabul? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah bersabda, “Tidak ada seorang muslim di dunia ini yang berdoa memohon suatu, melainkan Allah pasti akan mengabulkan atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisal.” (Hadits Hasan, HR. at-Tirmidzi)

 

  1. Hendaknya berdoa dengan hati yang khusyuk dan yakin akan dikabulkan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda, Hati itu laksana wadah dan sebagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya. Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan. Karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (Shahih, HR. Ahmad)

 

  1. Memanfaatkan waktu yang utama untuk berdoa.

Di antara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu yang dijanjikan oleh Allah, bahwa doa akan dikabulkan saat itu. Di antara waktu-waktu tersebut adalah:

  • Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir. Waktu itu adalah saat turunnya Allah ke langit dunia dan akan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir, setiap malam. Kemudian Dia berfirman, ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan. Orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Aku beri. Orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Aku ampuni.‘” (HR. al-Bukhari: 1145, Muslim: 758)

  • Ketika berbuka puasa.

Di antara keberkahan waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam:

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, (2) Doanya pemimpin yang adil dan (3) Doanya orang yang terzalimi.” (Shahih, HR. at-Tirmidzi: 2528, Ibnu Majah: 1752, Ibnu Hibban: 2405)

 

  • Ketika malam Lailatul Qadar.

Malam ini menyimpan banyak kemuliaan. Perbanyaklah beribadah yang salah satunya dengan berdoa. Sebagaimana yang diceritakan oleh ibunda Aisyah Radhiallahu ‘anha, “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, menurutmu, apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar?’ Beliau bersabda, ‘Berdoalah:

 

اللهم إِنَّكَ عَفُوٌّ تَحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 

Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku.’”(HR. at-Tirmidzi: 3513, Ibnu Majah: 3119, at Tirmidzi berkata, “Hasan shahih.”)

 

  • Di antara adzan dan iqamah.

Waktu jeda antara adzan dan iqamah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam:

اَلدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ

“Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak.” (HR. at-Tirmidzi, 212, ia berkata, “Hasan shahih.”)

  • Ketika sedang sujud dalam shalat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ . فَأَكْثِرُوْا الدُّعَاءَ

 

“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR. Muslim: 482)

 

  • Ketika sebelum salam pada shalat wajib.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah ditanya, kapankah doa seorang itu didengar oleh Allah, maka beliau bersabda:

جَوْفَ اللَّيْلِ الْآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكْتُوْبَاتِ

 

“Pada akhir malam dan di akhir shalat wajib.” (HR. at-Tirmidzi: 3499)

 

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad (1/305) menjelaskan, bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib.

 

  • Di hari Jumat.

Rasulullah menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda, “Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta.” Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut. (HR. al-Bukhari: 935, Muslim: 852 dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu)

 

  • Ketika turun hujan.

Hujan menyimpan banyak rahasia. Dia bisa menjadi rahmat juga adzab. Maka manfaatkan waktu hujan untuk berdoa dan memohon apa yang diinginkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

ثنِتْاَنِ مَا تُرَدَّانِ : اَلدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ ، وَ تَحْتَ الْمَطَرِ

 

“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (Shahih, HR. al-Hakim: 2534, Shahih al-Jami’: 3078)

 

  • Ketika hari Arafah.

Hari Arafah adalah hari ketika para jamaah haji melakukan wukuf di Arafah. Yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jamaah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ

 

“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah.” (HR. at-Tirmidzi: 3585. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi)

 

  • Ketika perang berkecamuk.

Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang berkecamuk, diijabahi oleh Allah. Dalilnya adalah hadits:

 

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانْ أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ اَلدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِيْنَ يَلْحَمُ بَعْضُهُمْ بَعْضاً

 

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang.” (HR. Abu Dawud: 2540, al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Nata’ijul Afkar 1/369 berkata, “Hasan Shahih.”)

 

  1. Ketika meminum air Zamzam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Khasiat air Zamzam itu sesuai niat peminumnya.” (HR. Ibnu Majah 2/1018. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah: 2502)

 

Akhirul kalam, semoga Allah mengabulkan semua doa dan permintaan kita. Tapi perlu diingat, bahwa usaha agar doa terkabulkan adalah sebuah kepastian. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *