Fakta Mengenai Tingkatan dan Pintu Surga

Oleh: Abu Usamah

 

Satu hal yang sangat menggembirakan kita sebagai umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam ialah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memasukkan umat beliau ke dalam surga. Bukan hanya itu, bahkan umat Islam akan menjadi penghuni terbanyak di surga nanti. Namun, apakah kita sudah mengetahui fakta-fakta tentang surga yang telah dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut? Berikut ini adalah sebagiannya,

 

Berapa tingkatan yang ada di dalam surga?

Mengenai tingkatan yang ada di dalam surga, terlebih dahulu kita harus ketahui bahwa surga hanya ada satu. Adapun tingkatan yang dikabarkan di dalam hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam yang shahih maupun dalam al-Qur’an ialah tingkatan yang ada dalam surga bagi para penghuninya menurut keutamaan yang mereka miliki.[1]

Di dalam al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala membiarkan tingkatan surga tidak dapat diterka dengan bilangan yang pasti. (Semisal di dalam QS. al-An’am ayat 132)

Namun di dalam hadits yang shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam menyebutkan:

 

مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَ بِرَسُوْلِهِ وَ أَقَامَ الصَّلَاةَ وَ صَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ ، جَاهَدَ فِي سَبِيْلِ اللهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِيْ وُلِدَ فِيْهَا ، فَقَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلَا نُبَشِّرُ النَّاسَ؟ قَالَ : إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللهُ لِلْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ مَا بَيْنَ الدَّرَجَتَيْنِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ ، فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَاسْأَلُوْهُ الْفِرْدَوْسَ ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَ أَعْلَى الْجَنَّةِ – أَرَاهُ – ، فَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ ، وَ مِنْهَا تُفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

 

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menegakkan shalat dan berpuasa Ramadhan maka pasti Allah akan memasukkannya ke surga. Sama saja dia berjihad di jalan Allah ataupun hanya duduk di tempat dia dilahirkan.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita boleh memberitahukan kabar gembira ini pada manusia?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat 100 derajat yang telah disiapkan oleh Allah bagi para mujahid di jalan-Nya, antara satu derajat dengan yang di atasnya bagaikan jarak langit dan bumi. Dan bila kalian memohon, maka mintalah surga Firdaus, karena ia adalah inti surga dan yang paling tinggi. (Aku mengira) di atasnya adalah ‘Arsy ar-Rahman, dan darinya pula sungai-sungai surga mengalir.” (HR. al-Bukhari 4/14, 9/101, Ahmad 2/335, 339 dan al-Baihaqi di dalam al-Asma’ wa ash-Shifat no. 398, dishahihkan oleh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah 2/626)

 

Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri menjelaskan (Tuhfatul Ahwadzi 7/227), “Bahwa yang dimaksud dengan seratus tingkatan ialah banyaknya derajat. Sedangkan yang dimaksud dengan derajat ialah tingkatan-tingkatan yang tinggi. Yakni, bahwa bahwa mereka memiliki kedudukan menurut amal ketaatan masing-masing.”[2]

Jadi, jumlah tingkatan surga yang hanya tujuh buah sebagaimana masyhur diketahui, nyatanya jauh lebih banyak daripada itu. Wallahu a’lam.

 

Fakta tentang pintu surga[3]

Di dalam hadits yang shahih, disebutkan bahwa surga memiliki delapan pintu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

“Barangsiapa yang bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, bahwa Isa adalah hamba Allah dan putra hamba perempuan-Nya (Maryam) juga sebagai kalimat yang Dia letakkan pada Maryam serta roh dari-Nya, surga adalah benar dan neraka juga benar, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam satu pintu dari delapan pintu surga yang dia kehendaki.” (HR. al-Bukhari: 3435, Muslim: 149)

 

Berikut ini perinciannya:

Pintu 1, 2, 3, 4; Pintu Shalat, Pintu Sedekah, Pintu Jihad, Pintu ar-Rayyan.

Keempat pintu tersebut disebutkan secara tegas dalam hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

“Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan!’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari Pintu Shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari Pintu Jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari Pintu ar-Rayyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari Pintu Sedekah.” Abu Bakar pun bertanya, “Ayah dan ibuku sebagai penebus Anda, wahai Rasulullah, kesulitan apa lagi yang perlu dikhawatirkan oleh orang yang dipanggil dari pintu-pintu itu. Mungkinkah ada orang yang dipanggil dari semua pintu tersebut?” Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam pun menjawab, “Ada. Dan aku berharap kau termasuk golongan mereka.” (HR. al-Bukhari: 1897, 3666, Muslim: 1027)

 

Pintu 5; Pintu Haji.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menerangkan, “Dalam hadits disebutkan ada empat pintu surga. Di awal-awal bab jihad sudah diterangkan pula bahwa pintu surga itu ada delapan. Rukun Islam yang tersisa adalah haji, tentu ada pintu khusus untuk orang yang berhaji. Itulah pintu kelima…” (Fathul Bari 7/28)

 

Pintu 6 dan 7; Pintu al-Aiman, Pintu al-Kazhimina al-Ghaizha wa al-‘Afina ‘an an-Nas.

Dua pintu tersebut telah diisyaratkan di dalam dua hadits berikut:

  • Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, dalam hadits tentang syafaat Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam dikatakan,

يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلِ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِ مِنَ الْبَابِ الأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنَ الأَبْوَابِ

Wahai Muhammad, perintahkan umatmu (yaitu) orang-orang yang tidak dihisab untuk masuk ke dalam surga melalui pintu al-Aiman yang merupakan satu di antara pintu-pintu surga. Sedang pintu-pintu yang lain diperuntukkan bagi semua orang.” (HR. al-Bukhari: 3340, Muslim: 194)

 

  • Penamaan Pintu Kazhim al-Ghaizh diisyaratkan oleh riwayat Rauh bin ‘Ubadah, dari al-Asy’ats, dari al-Hasan al-Bashri secara mursal,

إِنَّ للهِ بَاباً فِي الجَنَّةِ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ مَنْ عَفَا عَنْ مَظْلَمَةٍ

“Sesungguhnya Allah memiliki sebuah pintu di surga, tidaklah yang masuk melaluinya kecuali orang-orang yang memaafkan kezaliman.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sebagaimana dijelaskan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 7/28)

 

Pintu 8; Pintu Dzikir, Pintu Taubat ataukah Pintu Ilmu?

Ulama mulai berselisih mengenai penamaan pintu-pintu yang tersisa dari empat pintu yang disebutkan dalam hadits pertama di atas.

Imam an-Nawawi Rahimahullah menguatkan pendapat bahwa nama pintu yang tersisa ialah, Pintu Taubat, Pintu al-Kazhimin al-Ghaizha wa al-‘Afina ‘an an-Nas, Pintu Ridha dan Pintu al-Aiman. Dengan itu semua genap menjadi delapan. (Syarh Shahih Muslim 7/106-107)

Adapun al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah menyatakan, “Ada juga pintu al-Aiman, yaitu pintu orang yang bertawakal pada Allah yang masuk dalam surga tanpa hisab dan tanpa siksa. Adapun pintu kedelapan adalah Pintu Dzikir sebagaimana yang diisyaratkan dalam riwayat at-Tirmidzi. Bisa jadi pula adalah Pintu Ilmu. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari 7/28)

[1] Dapat dilihat keterangan Syaikh Shalih al-Munajjid dalam https://islamqa.info/ar/27075. Dan sebelum daripada itu, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam Shifatul Jannah wa an-Nar dan murid beliau, Ibnul Qayyim dalam al-Qashidah an-Nuniyyah juga menyatakan hal yang demikian. Yaitu, bahwa tingkatan surga ada banyak, didapatkan oleh pemiliknya menurut keshalihan yang mereka lakukan di dunia. (http://www.alukah.net/sharia/0/70687/#ixzz4jPr7x67Y)

[2] Melalui http://www.alukah.net/sharia/0/70687/#ixzz4jPr7x67Y

[3] Disarikan dari https://fatwa.islamweb.net dan https://rumaysho.com/11605-delapan-pintu-surga.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *