Pembagian Nama dan Sifat Allah ﷻ

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah menganugerahkan kepada kita berbagai kenikmatan yang banyak ragamnya. Sehingga dengan karunia tersebut kita bisa bersua kembali pada edisi kali ini. Semoga kalian semua tetap semangat dalam mempelajari ilmu agama yang mulia ini. Amin.

Adik-adikku yang cakep dan cantik, pada perjumpaan kita kali ini, kita akan membahas sedikit tentang pembagian sifat atau nama-nama dari Allah ﷻ. Para ulama telah menjelaskan kepada kita semua bahwa sifat atau nama Allah itu terbagi menjadi beberapa macam. Di antaranya sebagai berikut:

  1. Nama yang menunjukkan kepada sifat maknawi seperti al-‘Aliim (Yang Mahatahu), al-Qadiir (Yang Mahakuasa) dan as-Samii’ (Yang Mahamendengar)
  2. Nama yang menunjukkan kepada perbuatan Allah. Misalnya; al-Khaaliq (Yang Maha Pencipta) dan ar-Razzaaq (Yang Maha Pemberi Rezeki). Dari nama tersebut, kita bisa mengetahui bahwa Allah melakukan beberapa perbuatan, yaitu menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Allah juga senantiasa memberi rezeki seluruh makhluk-Nya. Begitu juga nama lainnya yang menunjukkan pada perbuatan-Nya.
  3. Nama yang menunjukkan kepada penyucian yang murni. Misalnya; al-Qudduus (Yang Mahasuci) dan as-Salaam (Yang Mahasejahtera). Dari nama tersebut, kita bisa mengambil faedah bahwa Allah itu Mahasuci, tidak ada satu pun aib, cacat atau kekurangan yang terdapat pada diri-Nya, baik yang berkaitan dengan Dzat maupun sifat-Nya. Semua sifat jelek dan tidak terpuji tidak ada pada Allah.
  4. Nama yang menunjukkan sejumlah sifat. Maksudnya adik-adik, dalam satu nama tersebut mengandung beberapa sifat. Misalnya; al-Majiid (Yang Maha Terpuji). Semua sifat kesempurnaan dan sifat terpuji terkandung dalam nama tersebut. Contoh lainnya ash-Shamad (Yang seluruh makhluk bergantung kepada-Nya). Semua sifat kesempurnaan tercakup pada nama tersebut. Allah sebagai pemegang puncak kepemimpinan. Pemimpin yang tidak ada di atas-Nya pemimpin lagi. Oleh karena itu semua makhluk bergantung kepada-Nya dalam segala keperluan dan urusan mereka.
  5. Sifat yang merupakan gabungan dari dua nama atau sifat. Sifat seperti ini, akan menunjukkan makna lebih bila dibandingkan dengan satuan-satuan penyusunnya. Misalnya al-Ghaniyyu al-Hamiidu (Yang Mahakaya lagi Mahaterpuji). Kata al-Ghaniyyu (kaya) merupakan sifat kesempurnaan, demikian juga al-Hamiidu (terpuji). Nah, berkumpulnya sifat kaya dan terpuji ini merupakan sifat kesempurnaan yang lain. Bagi-Nya pujian pada kemahakayaan-Nya, pujian pada sifat terpuji-Nya serta pujian pada penggabungan kedua sifat tersebut.

Wah, pelajarannya agak sedikit rumit, Kak…! Adik-adikku, semoga Allah memudahkan kita dalam mempelajari nama dan sifat-Nya, memang agak sedikit rumit kalau kita tidak dibantu oleh orang tua, ustadz atau ustadzah dalam memahami materi kita kali ini. Oleh karena itu, apabila kalian belum mengerti maka kalian bisa bertanya kepada orang tua, ustadz atau ustadzah.

Untuk orang tua dan pendidik:

  1. Berilah penjelasan kepada anak-anak dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh mereka karena bahasa lisan lebih mudah dicerna oleh mereka ketimbang bahasa tulisan.
  2. Semoga dengan kesabaran dan keuletan kita, Allah memberikan kemudahan kepada kita dalam mendidik generasi kita. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *