Raih Pahala Melimpah dengan Hand Phone

Oleh: Ust. Ahmad Sabiq Lc.

Dunia benar-benar telah berubah tanpa dapat dibendung dan dihadang. Perkembangan berbagai macam ilmu pengetahuan menyeruak dengan kuat dalam kehidupan sosial dan keberagaman kultur masyarakat. Salah satunya dalam perkembangan teknologi dan informasi.

Dahuu pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam, seseorang yang ingin berhubungan dengan saudaranya yang jauh hanya bisa dilakukan lewat utusan atau surat yang dikirim. Itu pun membutuhkan waktu yang relatif lama. Dengan berjalannya waktu, sarana komunikasi terus berkembang menjadi kurir pos tradisional, menggunakan alat-alat tradisional dan sarana yang sederhana. Dan pembaharuan serta penemuan dalam bidang komunikasi telah membawa pos tradisional tersebut kepada sistem modern yang ada sekarang.

Salah satu yang saat ini sedang booming adalah HP. Hampir tidak ada orang kecuali memiliki dan memanfaatkan alat satu ini untuk berbagai keperluan. Secara syar’i pun ini hukum asalnya sama sekali tidak bermasalah. Karena memang Allah ciptakan segala sesuatu di muka bumi ini untuk maslahat manusia.

Sampai pun itu berasal dari penemuan orang kafir. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pun menggunakan dan memanfaatkan ilmu orang kafir dalam masalah duniawi untuk berbagai kemaslahatan. Banyak hal yang menunjukkan hal ini, di antaranya adalah kisa Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berikut ini: “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam ingin menulis surat ke Romawi, para sahabat mengatakan, ‘Orang-orang Romawi tidak membaca surat yang tidak berstempel.’ Maka Rasulullah pun membuat stempel yang terbuat dari perak. Seakan-akan aku melihat warnanya yang putih di tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam. Ukirannya bertuliskan ‘Muhammad Utusan Allah’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Lihatlah, bagaimana Rasulullah menggunakan ilmu orang kafir Romawi dalam masalah administrasi kenegaraan. Di mana administrasi Romawi saat itu tidak menerima surat resmi kecuali menggunakan stempel. Dan hal ini tidak pernah dikenal oleh Arab. Rasulullah pun tidak menolak hal ini, bahkan beliau segera menerima dan memanfaatkannya.

Dalam kisah lain. Sewaktu menjelang Perang Ahzab, kaum kafir Quraisy yang merasa belum puas dengan peristiwa Uhud, merencanakan unuk berkoalisi dengan semua kabilah Arab guna menyerang kota Madinah. Akhirnya, pada tahun 5 Hijriah kota Madinah pun diberondong dengan segelar kekuatan multinasional Arab yang sangat besar. Melihat peta kekuatan, Rasulullah merasa sangat perlu berhati-hati ketika mengambil sikap karena kekuatan yang memang tidak berimbang.

Beliau pun mengumpulkan para sahabat dalam sebuah musyawarah. Dalam rapat tersebut Salman al-Farisi Radhiallahu ‘anhu mengutarakan, bahwa di antara strategi perang bangsa Persia jika menghadapi lawan yang sangat kuat, mereka membuat benteng pertahanan yang menghalangi datangnya pasukan musuh dengan cara membuat parit dalam dan lebar. Perlu diketahui, bahwa zaman itu belum ada pesawat, dan kendaraan perang tercanggih adalah kuda. Rasulullah pun menerimanya.

Lihat, bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam memanfaatkan strategi perang yang berasal dari bangsa penyembah api. Namun karena ini hanyalah masalah duniawi, beliau terima dan gunakan.

Karena prinsip semacam inilah, maka beliau sama sekali tidak mempermasalahkan dari manakah ilmu duniawi ini berasal; apakah dari negeri kafir ataukah muslim. Dan ini semakin dibuktikan dengan barang-barang yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam. Pakaian di zaman beliau yang terkenal berasal dari Yaman, sedangkan Yaman saat itu adalah negeri ahli kitab.

Pedang yang bagus pada zaman itu disebut dengan ‘muhannad’, artinya pedang made ini India. Karena memang peradaban India yang penyembah berhala lebih dahulu berkembang dibanding dengan Arab. Dan masih banyak lagi.

Demikian pula dengan berbagai penemuan modern saat ini, yang rata-rata memang berasal dari negeri kafir. Selagi penemuan-penemuan tersebut bisa digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan maka tidak mengapa menggunakannya, bahkan malah terkadang disyariatkan untuk digunakan.

Contoh: Pengeras suara untuk adzan dan kajian Islam.

Ini bukan hanya sekadar boleh, bahkan ada isyarat kuat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bahwa hal itu diperintahkan. Lihat saja saat Rasulullah memilih muadzin, beliau pilih sahabat yang suaranya bagus dan keras.

Begitu pula dengan kajian. Lihat, bagaimana Rasulullah saat khotbah hari raya mendatangi kaum wanita yang berada di barisan belakang, karena mereka tidak bisa mendengarkan khotbah, sehingga butuh untuk didatangi secara khusus. Lalu, jika sekarang ditemukan alat untuk mengeraskan suara, maka bukankah itu yang diharapkan? Bahkan menggunakan alat-alat dan penemuan modern termasuk kemaslahatan yang diperintahkan oleh agama kita yang mulia.

Saat membahas kaidah bahwa syariat Islam tidak memerintah melainkan dengan sebuah kemaslahatan dan tidak melarang kecuali sebuah mafsadah, Syaikh as-Sa’di berkata: “Dari kaidah ini dipahami bahwa semua ilmu modern, berbagai penemuan terbaru yang membawa manfaat untuk kehidupan manusia dalam agama maupun dunia, adalah termasuk apa yang diperintahkan dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, dan termasuk di antara nikmat Allah.” (Al-Qawa’id wal Ushul Jami’ah, hlm: 12)

Bagaimana dengan HP?

HP pun demikian. Alat ini sebagaimana alat-alat lainnya pun bisa digunakan untuk kebaikan. Di antara manfaat-manfaat HP dalam rangka kebaikan adalah:

  1. Memperluas jaringan persahabatan.

Persahabatan dan persaudaraan dalam Islam adalah sesuatu yang sangat ditekankan. Islam menganggap bahwa semua kaum muslimin adalah saudara. Dan pada zaman sekarang, HP sangat membantu untuk tujuan mulia ini. Di mana seseorang tidak perlu mengeluarkan tenaga dan waktu untuk bisa saling berhubungan dengan saudaranya seislam. Hanya dengan menelpon atau menghubunginya via SMS maka tali persaudaraan dan persahabatan bisa saling terjaga.

  1. Memperkuat silaturahmi.

Silaturahmi yang berarti menyambung hubungan kekerabatan, mempunyai keutamaan yang sangat besar, di antara keutamaan silaturahmi Rasulullah menyebutkannya sebagai tanda keimanan seseorang. (HR. al-Bukhari dan Muslim) Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri menjadikan silaturahmi sebagai salah satu perbuatan yang amat dicintai-Nya, sebagaimana yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam kepada lelaki Khats’am yang datang dan bertanya tentang amalan yang paling dicintai oleh Allah. (HR. Abu Ya’la, dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib: 2522) Dan yang menjadi keniscayaan jika kita melihat keutamaan silaturahmi ini bahwa ia menjadi salah satu sebab masuknya seorang hamba ke dalam surga.

Abu Ayyub al-Anshari a\ berkata: “Ada seorang laki-laki badui yang menghadang perjalanan Rasulullah dan memegang tali kekang unta beliau. Kemudian dia berkata: ‘Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka!’ Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Pada zaman dahulu silaturrahim hampir-hampir hanya bisa dilakukan dengan saling mengunjungi tempat kerabat kita melalui perjalanan yang cukup melelahkan dan memakan waktu. Namun dengan nikmat HP sekarang, maka silaturrahim bisa dilakukan lebih sering dan mudah tanpa harus berkunjung ke tempat kerabat kita.

Meskipun ini bukan berarti kita tidak perlu berkunjung (bertatap muka), tapi melihat kenyataan HP sangat membantu melakukan silaturahmi, terutama yang dipisah oleh jarak dan sibuknya kegiatan.

  1. Belajar ilmu agama.

Pada zaman seperti ini (yang mana antara kebenaran dan kebatilan sudah sangat samar), belajar ilmu agama merupakan sebuah kepastian, bagi yang menginginkan keselamatan kehidupan dunia dan akhiratnya. Ternyata HP sangat bisa diandalkan untuk tujuan mulia ini.

Di zaman ini HP bukan sekadar alat komunikasi saja, tapi juga bisa digunakan untuk belajar ilmu agama. Dengan berbagai fitur yang terdapat padanya sehingga memudahkan kita menyimpan berbagai artikel bermanfaat, tulisan, bahkan kitab. Begitu pula untuk konsultasi keagamaan dengan para ustadz terpercaya ilmunya.

Juga berbagai fitur radio yang terdapat di HP sangat bisa digunakan untuk belajar ilmu agama lewat radio-radio islam yang tersebar di berbagai kota di nusantara.

Maka dari itu, gunakanlah benda mungil ini untuk mempelajari dan mendalami ilmu agama dan hal bermanfaat lainnya.

 

  1. Berdakwah.

Dan sebaliknya, bagi orang-orang yang diberi amanat ilmu oleh Allah, maka HP sangat bisa dimanfaatkan sebagai media untuk berdakwah. Baik lewat SMS center, atau menjawab konsultasi keagamaan, baik secara langsung, SMS atau yang lainnya.

 

  1. Mendengarkan murattal al-Quran.

Fitur audio yang terdapat dalam HP saat ini sangat memungkinkan untuk digunakan menyimpan file bacaan al-Qur’an. Maka dengan sangat mudah kita bisa mendengarkan alunan murattal al-Qur’an dari para qari Nasional maupun Internasional.

Semoga dengan hal itu hidup kita akan semakin berkah karena bisa semakin dekat dengan Kitabullah di manapun kita berada.

 

Saudaraku, berbagai manfaat HP yang bisa dimanfaatkan untuk berbuat kebajikan adalah salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan kepada kaum muslimin di zaman ini. Karena itu pandai-pandailah menggunakannya untuk kebajikan. Semoga dengan hal itu Allah berkenan memberikan nikmat lain dan menjaga nikmat ini sampai waktu yang lama bersama kita. Semoga Allah senantiasa menjaga kita semua untuk tetap teguh di atas jalan-Nya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *