Sahabat yang Disebut Dalam Al-Qur’an

Assalamu’alaikum. Sobat TARJIM yang shalih dan shalihah, gimana kabar kalian semua? Baik semua bukan? Semoga kalian semua selalu diberi tambahan ilmu agama, karena ilmu adalah sebaik-baik bekal dalam menghadapi kehidupan ini.

Nah, sudah menantikan rubrik Wawasan Islam kali ini ya? Kakak selalu berusaha menyajikan pengetahuan-pengetahuan atau wawasan Islam yang menarik dan tentunya bermanfaat bagi kita sebagai seorang muslim.

Rubrik kali ini tertuju pada sebuah profil sahabat Nabi yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki sahabat lainnya. Dia bukanlah sahabat yang paling mulia, levelnya tidak sebesar sahabat Abu Bakar dan Umar, namun ternyata nama sahabat ini satu-satunya yang disebutkan di dalam al-Qur’an. Masya Allah…

Siapakah gerangan? Yuk, kita baca ayat yang menyebutkan sahabat tersebut;

وَاِذْ تَقُوْلُ لِلَّذِيْٓ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَاَنْعَمْتَ عَلَيْهِ اَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللّٰهَ وَتُخْفِيْ فِيْ نَفْسِكَ مَا اللّٰهُ مُبْدِيْهِ وَتَخْشَى النَّاسَۚ وَاللّٰهُ اَحَقُّ اَنْ تَخْشٰىهُ ۗ فَلَمَّا قَضٰى زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًاۗ زَوَّجْنٰكَهَا لِكَيْ لَا يَكُوْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ حَرَجٌ فِيْٓ اَزْوَاجِ اَدْعِيَاۤىِٕهِمْ اِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاۗ وَكَانَ اَمْرُ اللّٰهِ مَفْعُوْلًا

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap Istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi. (QS. al-Ahzab: 37)

Ya, sahabat tersebut bernama Zaid. Nama lengkapnya adalah Zaid bin Haritsah bin Sarahbil. Sejarah telah mengungkap bahwa beliaulah satu-satunya sahabat yang namanya diabadikan di dalam al-Qur’an. Demikian juga beliaulah satu-satunya sahabat yang pernah diangkat menjadi anak angkat Nabi Muhammad n\. Sehingga kala itu beliau dipanggil Zaid bin Muhammad (Rasulullah), namun setelah itu dilarang sebagaimana di dalam QS. al-Ahzab ayat 4:

مَا جَعَلَ اللّٰهُ لِرَجُلٍ مِّنْ قَلْبَيْنِ فِيْ جَوْفِهٖ ۚوَمَا جَعَلَ اَزْوَاجَكُمُ الّٰـِٕۤيْ تُظٰهِرُوْنَ مِنْهُنَّ اُمَّهٰتِكُمْ ۚوَمَا جَعَلَ اَدْعِيَاۤءَكُمْ اَبْنَاۤءَكُمْۗ ذٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِاَفْوَاهِكُمْ ۗوَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِى السَّبِيْلَ

Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

Maka setelah ayat itu turun dipanggillah beliau menjadi Zaid bin Haritsah.

Untuk pendidik dan orang tua:

  1. Jelaskan pada anak bahwa tradisi adopsi anak/menjadikan anak angkat sudah ada sejak zaman jahiliah.
  2. Terangkan bahwa hokum anak angkat, tidak boleh menisbatkan pada ayah angkatnya dan bahwasanya anak angkat bukanlah mahram bagi keluarganya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *