Agar Dunia Tak Menjadi Tujuan Ilmu Kita

Agar Dunia Tak Menjadi Tujuan Ilmu Kita

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنْ الْيَقِيْنِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيْبَاتِ الدُّنْيَا

وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهَ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَن ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا

وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا في دِيْنِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

 “Ya Allah, berilah kami rasa takut kepada-Mu yang akan menghalangi kami dari berbuat maksiat. Anugerahkanlah kami ketaatan kepada-Mu yang akan menghantarkan kami (memasuki) surga-Mu. Curahkanlah keyakinan sehingga meringankan musibah yang menimpa kami. Limpahkanlah kami kepuasan dalam pendengaran, penglihatan dan kesehatan selama Engkau menghidupkan kami serta jadikanlah semua itu sebagai warisan bagi kami. Hadirkanlah semua penuntut bagi siapa saja yang menzalimi kami. Tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi kami. Janganlah Engkau jadikan musibah dalam urusan agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan utama kami dan tidak pula tujuan ilmu kami. Janganlah Engkau tempatkan di bawah kekuasaan orang-orang yang tidak menyayangi kami.” (HR. at-Tirmidzi no. 3502, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2783)

 

Makna kalimat:[1]

  1. Sabda beliau  يَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ  maknanya menghalangi dan mencegah kami untuk berbuat maksiat kepada-Mu. Karena hati yang dipenuhi dengan rasa takut kepada Allah akan menghalangi anggota badan untuk melakukan perbuatan yang tidak diridhai Allah.
  2. Sabda beliau  لَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا في دِيْنِنَا  maknanya janganlah Engkau timpakan kepada kami segala sesuatu yang bisa mengurangi kebaikan agama kami dari keyakinan yang jelek dan sesat, makan makanan yang haram, malas dalam beribadah dan sebagainya.
  3. Adapun sabda beliau  لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا  maknanya janganlah Engkau jadikan menumpuk harta dan mengejar kedudukan serta kehormatan dunia tujuan utama kami karena demikian itu bisa menyebabkan hancurnya kehidupan kami. Namun, jadikanlah tujuan utama hidup kami adalah beramal untuk kehidupan akhirat.
  4. Sedangkan sabda beliau   وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا   maknanya janganlah Engkau jadikan tujuan (menuntut) ilmu kami hanyalah mengejar urusan dunia belaka. Sehingga kami tidak mengetahui dan memikirkannya kecuali hanya dalam urusan dunia semata. Namun, golongkanlah kami ke dalam orang-orang yang senantiasa memikirkan urusan akhirat, mencari ilmu yang berkaitan dengan Allah dan kampung akhirat.

Faedah:

  1. Hadits di atas bersumber dari sahabat yang mulia Abdullah bin Umar bin al-Khaththab. Beliau menceritakan bahwa Rasulullah sering membaca doa ini untuk para sahabatnya sebelum meninggalkan majelisnya.
  2. Hendaknya kita juga tidak melupakan doa ini agar tujuan utama kita ini bukan hanya semata-mata dunia yang fana ini di samping banyak manfaat lain dari doa yang agung ini.

[1] Tuhfatul Ahwadzi 9/334, Faidhul Qadir 2/133.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *