Agar Mendapat Kebaikan Dunia Akhirat

Agar Mendapat Kebaikan Dunia Akhirat

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, rahmatilah diriku, berilah keselamatan kepadaku dan berilah rezeki kepadaku.” (HR. Muslim no. 2697)

Makna kalimat: [1]

  1. Sabda beliau اغْفِرْ لِيْ maknanya adalah, Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku baik dari perbuatan maksiat yang telah aku lakukan atau kelalaianku dalam menjalankan perintah-Mu.
  2. Sabda beliau وَارْحَمْنِيْ maknanya adalah, ya Allah, rahmatilah dari sisi-Mu bukan dengan amalanku semata. Rahmatilah aku dengan menerima semua amalan ibadahku.
  3. Sabda beliau وَعَافِنِيْ maknanya, adalah selamatkanlah diriku dari berbagai macam penyakit dan bencana.
  4. Sabda beliau وَارْزُقْنِيْ maksudnya, adalah berilah aku rezeki, baik rezeki untuk badanku maupun untuk hatiku.

 

Faedah:[2]

  1. Dalam hadits di atas terdapat permintaan ampunan ( اَلْمَغْفِرَةُ ) dan rahmat ( الَرَّحْمَةُ ). Yang dimaksud “maghfirah” adalah ditutupi dan dimaafkan segala dosa-dosanya sehingga selamat dari berbagai hukuman. Sedangkan “rahmat” adalah terwujudnya apa yang dia minta. Hal ini sebagaimana yang terkandung dalam firman Allah:

Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh dia telah beruntung. (QS. Ali ‘Imran: 185)

Yang pertama, dijauhkan dari neraka (اَلْمَغْفِرَةُ ) dan yang kedua, dimasukkan ke dalam surga  ( الَرَّحْمَةُ ). Dan inilah kesuksesan yang sangat agung dan hakiki, dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

  1. Yang dimaksud penyakit pada doa di atas terbagi menjadi dua; Pertama, penyakit hati sebagaimana firman Allah yang artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS. al-Baqarah: 10). Kedua, penyakit yang menyerang badan. Apabila kita meminta keselamatan kepada Allah, maka maksudnya keselamatan dari keduanya. Namun yang lebih utama adalah terhindar dari penyakit hati yang berupa keraguan terhadap ajaran Islam, kemunafikan, syirik dan sebagainya yang bisa menghancurkan kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat.
  2. Rezeki yang Allah berikan kepada kita terdiri dua hal; rezeki yang berkaitan dengan badan berupa: makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya. Dan rezeki yang berkaitan dengan kehidupan hati seseorang, yakni ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Oleh karena itu apabila seseorang telah mendapatkan dua jenis rezeki tersebut, maka dunia akhirat berada dalam genggamannya.
  3. Sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk memanjatkan doa tersebut demi kebaikan dunia dan akhiratnya. Namun, selain dengan doa di atas, seseorang juga bisa mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat dengan doa yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 201.

[1] Syarah Hishnul Muslim (terjemahan) hal. 155 dan Syarh Riyadhush Shalihin karya Syaikh ‘Utsaimin 4/60.

[2] Syarh Riyadhush Shalihin 4/60, Fathul Bari 11/131.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *