Agar Terhindar Dari Adzab Kubur

Agar Terhindar Dari Adzab Kubur

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari bencana al-Masih ad-Dajjal.” (HR.al-Bukhari: 1377 dan Muslim: 588)

Makna kalimat:[1]

  1. Kata جَهَنَّمَ adalah salah satu nama neraka atau nama tingkatan dari neraka. Dinamakan demikian karena kedalaman dan kegelapannya.
  2. Kata فِتْنَةٌ adalah kata untuk mengungkapkan ujian dan bencana dalam kehidupan dan kematian seseorang. Dan yang dimaksud fitnah kehidupan adalah segala yang menimpa manusia selama hidupnya berupa bencana dunia, petaka syahwat, dan kebodohan. Yang paling besar, adalah bagaimana akhir kehidupannya (tatkala mati, husnul khatimah atau su’ul khatimah).
  3. Kata الْمَسِيْحِ berasal dari kata مَسَحَ yang berarti menghapus atau mengusap. Kenapa Dajjal dinamakan al-Masih? Karena di manapun ia berada akan menghapus segala kebaikan. Ada yang mengatakan karena salah satu matanya buta. Ada juga yang mengatakan, semua negeri akan dimasuki oleh Dajjal kecuali dua kota suci, yaitu Makkah dan Madinah.

Faedah:

  1. Hadits ini sebagai dalil akan tetapnya adzab kubur, demikian juga nikmat kubur. Ini merupakan akidah Ahlus sunnah berdasarkan al-Qur’an dan hadits yang sampai pada derajat mutawatir.[2]
  2. Para ulama menjelaskan, bahwa adzab kubur terbagi menjadi dua:[3]
  3. Adzab yang selamanya hingga hari kiamat. Sebagaimana adzab yang diberikan pada Fir’aun dan pengikutnya. (QS. Ghāfir: 46)
  4. Adzab sementara. Maksudnya, disiksa sesuai dengan kadar perbuatan dosanya. Adzab ini diberikan kepada sebagian pelaku dosa yang ringan dosanya.
  5. Ibnu Taimiyyah tatkala ditanya, apakah nikmat dan adzab kubur itu terjadi pada jasad dan ruh atau ruh saja tanpa jasad, beliau menjelaskan, bahwa nikmat dan adzab kubur itu terjadi pada jasad dan ruh dengan kesepakatan Ahlus sunnah.[4]
  6. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa hal-hal yang menyebabkan siksa kubur terbagi menjadi dua:[5]
  7. Secara umum seseorang akan diadzab karena kebodohannya, tidak mau menaati Allah dan melanggar berbagai larangan-Nya.
  8. Banyak hadits yang menjelaskan rinciannya, di antaranya: tidak menjaga air kencing, namimah (mengadu domba antar sesama dengan lisan), shalat tanpa bersuci, pendusta, orang yang membaca al-Qur’an pada malam hari namun ia tidak mengamalkannya siangnya, zina, saksi palsu, makan riba, mengajak pada kebid’ahan, berkata atas Allah dan Rasul-Nya tanpa ilmu, dll.
  9. Hal-hal yang bisa menyelamatkan seseorang dari adzab kubur di antaranya:[6]
  10. Menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan adzab kubur.
  11. Ribath (menjaga keamanan kaum muslimin di perbatasan) di jalan Allah.
  12. Mati syahid.
  13. Senantiasa membaca surat al-Mulk dan mengamalkan kandungannya.
  14. Senantiasa berdoa dengan doa di atas setelah tasyahud akhir sebelum salam tatkala shalat.

 

[1] Taudhihul Ahkam 2/283-284, Subulus Salam hal.298

[2] Syarah al-Aqidah ath-Thahawiyah 2/572-578.

[3] Syarah al-Aqidah ath-Thahawiyah 2/582.

[4] Majmu’ Fatawa 4/282.

[5] Ar-Ruh 1/77-79.

[6] Ar-Ruh 1/79-83.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *