Antara shalat Isyraq dan shalat Dhuha

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, apa perbedaan antara shalat Syuruq dengan shalat sunnah Dhuha? Dan apakah shalat sunnah Syuruq sudah mewakili shalat sunnah Dhuha? Syukran. (081348604XXX)

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Ibu yang semoga dirahmati oleh Allah, menurut penjelasan ulama, shalat Syuruq (Isyraq) ialah shalat (sunnah) dua rakaat yang dikerjakan setelah terbitnya matahari dan meninggi (seukuran tombak), bagi orang yang telah melakukan shalat Shubuh secara berjamaah di masjid kemudian duduk di tempatnya dan membaca dzikir.

Rasulullah ﷺ bersabda tentang shalat ini, bahwa siapa yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala haji atau umrah yang sempurna. Beliau mengulanginya tiga kali. (HR. at-Tirmidzi: 586, dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi)

Syaikh Ibnu Baz pernah menjelaskan, “Dan shalat ini (shalat Isyraq) dianjurkan untuk dikerjakan setelah terbitnya matahari dan meninggi seukuran tombak. Yaitu, sekitar 20 atau 15 menit setelah terbitnya matahari.” (Fatawa Syaikh Ibnu Baz 25/171)

Syaikh Shalih al-Munajjid menjelaskan, bahwa shalat ini hukumnya sunnah (dianjurkan), bukan wajib. Dan shalat Isyraq ini masuk dalam cakupan shalat Dhuha. Sebab, waktu shalat Dhuha dimulai dari meningginya matahari hingga mendekati tergelincirnya matahari (waktu Zhuhur).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pernah ditanya tentang shalat Isyraq dan shalat Dhuha, maka beliau menjawab,

“(Shalat) sunnah Isyraq adalah shalat sunnah Dhuha. Jika engkau melakukannya pada waktu pagi, ketika matahari terbit dan meninggi seukuran tombak maka itu dinamakan dengan shalat Isyraq. Jika engkau mengerjakannya pada akhir waktu atau di tengah-tengah waktu, maka itu adalah shalat Dhuha.

Walau begitu, ia (shalat Isyraq) tetap dinamakan dengan shalat Dhuha. Sebab para ulama rahimahumullah menjelaskan, ‘Sesungguhnya waktu shalat Dhuha ialah semenjak meningginya matahari seukuran tombak hingga mendekati tergelincirnya matahari (waktu Zhuhur).” (Liqa’ al-Bab al-Maftuh 24/141)[1]

Kesimpulannya, pada hakikatnya shalat Isyraq dan shalat Dhuha adalah sama. Yang membedakan hanyalah waktu dan tempat pengerjaannya. Jika shalat Dhuha biasa dapat dilaksanakan kapan saja, yang penting sebelum tergelincirnya matahari. Adapun shalat Isyraq harus dilakukan ketika waktu awal shalat Dhuha dimulai, dengan didahului menunggu dari selesai shalat Shubuh berjamaah di masjid hingga waktu yang dimaksud.

Dan siapa saja yang mengerjakan shalat Isyraq, berarti ia juga telah mengerjakan shalat Dhuha. Wallahu a’lam.


[1] Sebagaimana keterangan Syaikh Shalih al-Munajjid dalam https://islamqa.info/ar/129956.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *