Dan Bidadaripun Cemburu

Oleh: Abu Tholhah as-Sambasy

 

Wanita difitrahkan senang terhadap perhiasan. Jika ia diberi kebebasan untuk memilih sudah pasti yang akan dipilih ialah perhiasan yang terbaik dan termahal di antara sekian perhiasan yang ada.

Saudariku, Tidakkah engkau sadar, bahwa perhiasan yang paling indah, yang paling berharga dan amat istimewa itu ada di dalam dirimu? Engkau jangan bersusah payah mencarinya. Tidak pernahkah engkau mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam berikut ini?

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

“Dunia adalah perhiasan, sedangkan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim: 1469, Ibnu Majah: 1855)

Tidakkah engkau ingin mengambil bagian dari sifat yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam sebutkan dalam hadits itu? Tidakkah engkau ingin dan berharap bahwa perhiasan tersebut adalah dirimu?

Jika engkau menginginkan hal tersebut, buktikan dalam kehidupan sehari-harimu. Jadilah dirimu wanita shalihah; wanita yang benar-benar baik akidahnya, bagus ibadahnya serta manis pula akhlak dan tutur katanya.

Sungguh sangat beruntung orang tua jika memiliki anak wanita yang shalihah. Sungguh sangat bahagia seorang suami jika bersanding dengan istri yang shalihah. Dan pasti akan sangat tenteram perasaan seorang anak jika memiliki ibu yang shalihah.

Bagi seorang suami, istri yang shalihah bukan hanya sekadar istri. Bahkan ia adalah teman di dalam bahtera keluarga saat mengarungi luasnya samudra kehidupan dan penuh gelombang. Ia pun menjadi penunjuk jalan bagi suami tatkala telah salah arah. Penyemangat suami tatkala suami melemah. Penghibur suami tatkala hati merasa sedih dan gundah. Dan dengan sifat shalihahnya pula, wanita macam ini akan dengan senang hati menjaga diri serta harta suaminya tatkala sang kekasih tak ada di rumah. Sehingga suami pun akan mengatakan, walau kadang tak sanggup terucap dalam bibir,

“Di bawah naungan cinta terukir sebuah janji setia. Untuk senantiasa bersama membangun bahtera rumah tangga. Tetap bersama meski badai datang menerpa. Tetap bersatu meski riak dan ombak mendera.

Terima kasih istriku. Terima kasih atas segala pengorbananmu. Kaulah pelita hatiku, rembulan di antara jutaan bintang. Kaulah tongkat tempatku berpegang, kau pula tempatku bersandar kala diriku bimbang.

Bahkan istri shalihah adalah seorang guru bagi anak-anak mereka di rumah. Sebab seorang ibu adalah madrasah pertama bagi seorang anak.

Alangkah bahagianya seorang suami yang memiliki istri shalihah. Karena ia bukan hanya perhiasan ketika di dunia saja, akan tetapi perhiasan juga di akhirat nantinya. Istri shalihah akan menemani suami di surga nanti, bahkan ia memiliki kedudukan yang paling tinggi dan paling indah dibanding para bidadari yang ada di sana. Allahu Akbar…

Lalu, siapa pula wanita shalihah yang telah disebut-sebut di atas? Dirimukah?

Saudariku, wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ketaatannya kepada Allah itu maka ia taat pula kepada suaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan wanita-wanita yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. (QS. an-Nisa’: 34)

Jika wanita taat kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian taat kepada suaminya maka layaklah baginya surga. Ia bebas untuk memasukinya dari pintu mana sesuka hatinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya, menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja engkau mau.’” (HR. Ahmad: 1664)

 

Saudariku, Tidakkah engkau rindu dengan surga dan kenikmatannya? Yang mana surga itu merupakan tempat terindah dan amat digemari. Tempat yang tidak akan pernah merasakan sakit, lelah, bosan apalagi kematian. Kau tahu? Karena tempat itu abadi.

Di dalamnya penuh dengan kebahagiaan yang tiada kesedihan selama-lamanya, penuh dengan kedamaian, kekayaan dan kecukupan serta kenikmatan yang tak memiliki kesengsaraan selama-lamanya.

Di dalamnya begitu banyak jenis minuman yang menyegarkan, buah-buahan yang memuaskan, serta perhiasan yang menyilaukan setiap mata yang memandang.

Itulah surga, di dalamnya terdapat kenikmatan yang sekarang belum pernah mata kita lihat, belum pernah didengar oleh telinga, bahkan hati kita tak akan kuasa untuk membersitkan sedikit pun tentang keindahannya.

Di surga nanti tanahnya adalah kasturi yang wangi. Piring dan gelasnya terbuat dari emas yang murni. Pakaian penghuni surga adalah sutra yang halus. Penghuninya semakin hari semakin bertambah ketampanan dan kecantikannya. Tak pernah membuang kotoran, dahak maupun ludah layaknya di dunia.

Saudariku, Karena engkau adalah perhiasan terindah, buatlah bidadari surga cemburu padamu. Dengan cara menaati suamimu tidak membantahnya dan tidak membuatnya merasa tersakiti. Karena bila engkau sampai berani menyakiti suamimu maka para bidadari akan marah padamu. Sebab engkau telah menyakiti calon suami mereka. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, dari Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu

Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya dari para bidadari berkata, ‘Jangan engkau sakiti dia, semoga Allah membinasakanmu! Memang sekarang dia bersamamu, tetapi sebentar lagi dia akan berpisah darimu dan datang kepada kami.’” (HR. at-Tirmidzi: 1174)

Semoga bidadari-bidadari senantiasa merasa cemburu karena baktimu pada suamimu tatkala di dunia. Semoga Allah memberi keistiqamahan kepada kita semua dalam rangka ketaatan kepada-Nya. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *