Doa Istiftahnya kok Beda?

Doa istiftahnya kok, beda?

Soal:

Assalamu’alaikum. Begini Ustadz, saya mau tanya tentang doa iftitah. Yang mana yang disyariatkan menurut belajar kita dari kecil adalah “Allahu akbar kabiran…”, bahkan di sekolah-sekolah juga itu yang sampai hari ini diajarkan. Tapi setelah ikut ngaji, dapat yang lain. Apa harus diganti? Lalu gimana mengajarkan hal itu ke anak-anak? Mereka jadi bingung, karena di sekolah sudah diajarkan, “Allahu akbar kabiran….” Syukran.

(Ani, Banggai, +6285xxxxxxx40)

Jawab:

Oleh: Ust. Ahmad Sabiq Abu Yusuf Lc.

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Doa istiftah itu banyak macamnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam telah mengajarkan kepada kita beberapa macam doa istiftah. Di antara yang masyhur diamalkan oleh kaum muslimin di negeri kita adalah:

  • اللهم بَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللهم نَقِّنِيْ مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللهم اغْسِلْنِيْ مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

  • وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا [ مُسْلِمًا ] وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ اللهم أَنْتَ الْمَلِكُ لَا إله إِلَّا أَنْتَ [ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ ] أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ جَمِيْعًا إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا لَا يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِي يَدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ [ وَالْمَهْدِيُّ مَنْ هَدَيْتَ ] أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ [ لَا مَنْجَا وَلَا مَلْجَأَ مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ] تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

  • سُبْحَانَكَ اللهم وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إله غَيْرُكَ

Demikian juga doa istiftah yang Anda sampaikan. Itu adalah riwayat Imam Muslim dengan lafazh sebagai berikut:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Dalam menghadapi masalah seperti ini, yaitu dalam satu gerakan shalat ada beberapa doa yang shahih dari Rasulullah, maka cara yang terbaik adalah mengamalkan semuanya secara bergantian.

Karena dengan itu berarti kita bisa mengamalkan semua yang diajarkan oleh Rasulullah dan lebih bisa menjadikan shalat itu tidak monoton bacaannya, sehingga kita lebih bisa khusyuk dan menghadirkan hati. Meskipun kalau kita hanya memilih salah satu saja maka juga tidak mengapa dan shalat kita tetap sah. Wallahu a’lam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *