Doa khalilurrahman, Ibrahim ‘Alaihis salam

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

                            رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. (QS. ash-Shāffāt [37]: 100)

 

Faedah:[1]

  1. Sesungguhnya di antara doa para Nabi yang diabadikan dalam al-Qur’an adalah doa Khalilullah (kekasih Allah) yang berisi permintaan seorang anak yang shalih. Anak yang shalih merupakan anugerah yang sangat besar dalam kehidupan seseorang yang diberikan Allah kepada siapa yang Dia kehendaki.
  2. Ath-Thabari berkata, “Ini adalah permintaan Ibrahim kepada Rabbnya agar Dia berkenan memberinya anak yang shalih. Beliau berdoa, ‘Wahai Rabbku, berilah aku anak yang termasuk orang-orang yang shalih, yang menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, yang berbuat kebaikan di muka bumi dan tidak membuat kerusakan di atasn’”[2] Ibnu Katsir juga menjelaskan, bahwa yang dimaksud anak yang shalih adalah anak yang taat sebagai ganti kaum dan keluarganya yang berseberangan (tidak beriman) dengan beliau.[3]
  3. Firman Allah رَبِّ هَبْ لِي di dalamnya mengandung keimanan bahwa adanya anak yang keshahihannya merupakan anugerah yang bersifat Ilahiyah dan pemberian dari Allah. Hanya Dia Subhanahu wa Ta’ala yang mengatur alam semesta, yang tiada sekutu bagi-N (QS. asy-Syūrā [42]: 49-50)

 

  1. Allah membagi keadaan suami istri (terkait dengan keturunan) menjadi 4 keadaan, dan sebagian ulama tafsir memberi contoh dengan para Nabi atau Rasul yang berkaitan dengan hal ini (walaupun banyak selain mereka yang seperti itu):[4]
  2. Dikaruniai anak laki-laki saja semisal Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam yang memiliki 8 anak laki-laki semua.
  3. Dikaruniai anak perempuan saja seperti Nabi Luth ‘Alaihis salam yang kedua anaknya perempuan semua.
  4. Dikaruniai anak laki-laki dan perempuan penutup para Nabi dan Rasul, Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi was salam yang semisal memiliki 4 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.
  5. Tidak dikaruniai seorang anak pun, baik laki-laki maupun perempuan, semisal Nabi Isa ‘Alaihis salam dan Yahya ‘Alaihis salam yang tidak memiliki anak, bahkan beliau berdua tidak mempunyai istri.
  6. Hendaknya seorang hamba senantiasa berdoa agar dikaruniai anak-anak yang shalih dan shalihah. Dan tatkala doanya dikabulkan oleh Allah, maka sepantasnyalah ia bersyukur kepada-Nya sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihis salam. Nabi Ibrahim pernah berdoa memanjatkan rasa syukurnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

 

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Rabbku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. (QS. Ibrāhīm [14]: 39)

 

 

 

[1] Banyak mengambil faedah dari kitab Fiqhul ‘Ad’iyyah wal Adzkar hal.46-49 karya Syaikh Abdur-Razzaq dan referensi lainnya.

[2] Tafsir ath-Thabari 23:76

[3] Tafsir Ibnu Katsir 4: 15

[4] Tafsir al-Qurthubi 16: 49

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *