Dzikir Sore bagi Ibu-Ibu yang Sibuk

Soal:

Bismillah. Mau tanya, Ustadz. Ketika sore ibu rumah tangga masih sibuk dengan pekerjaan rumahnya, bolehkah dzikir sore dilakukan sambil menyelesaikan pekerjaan rumahnya? (Ummu Ibra)

 

Jawab:

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron Lc.

 

Alhamdulillah, wash shalatuwassalamu ‘ala Rasulillah.Ammaba’du. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi waktu setiap harinya dua puluh empat jam dan tidak pernah dikurangi sedikit pun, Allah Subhanahu wa Ta’ala bersumpah demi waktu Shubuh, Fajar, Dhuha, siang, sore dan malam, menunjukkan sangat berharga dan sangat mulia waktu ini, agar kita bisa membagi waktu untuk beribadah dan untuk kebutuhan dunia kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan waktu malam yang berbeda dengan siang, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. (QS. al-Furqan: 47)

 

Tatkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam memerintah umatnya agar dzikir pagi dan petang, tentu hal tersebut mampu dikerjakan oleh umatnya.Sebab, mustahil perintah beliau tidak bisa dilakukan oleh umatnya. Oleh karenanya, usahakan dahulu menjadwal waktu untuk berbagi dzikir, insya Allah waktunya tidak lama. Jika memang sudah diusahakan semaksimal mungkin, namun belum bisa memenuhi target, boleh berdzikir sambil menunaikan pekerjaan rumah, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah

nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. at-Taghabun: 16)

 

Demikian juga terdapat hadits yang menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap keadaan. Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

“Dahulu Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaannya.” (HR.Muslim: 558)

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *