Empat Makhluk Pembawa Berkah

Oleh: Abu Usamah

Pada dua edisi yang telah lalu telah disebutkan, bahwa di antara cara mencari berkah yang dibolehkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ialah dengan bermukim di Syam maupun di Yaman.Selain tempat-tempat, ternyata Allah juga menjadikan adanya keberkahan pada beberapa makhluk-Nya.Apakah di antara mereka ada ikan koi, kucing, atau ayam alas yang dipercaya sejak lama pula dapat membawa keberuntungan dan berkah?

Dan pada kesempatan kali ini, mari sekali lagi kita memperhatikan, keutamaan-keutamaan para makhluk yang membawa berkah.Tentunya sesuai dengan keterangan yang kita dapatkan dari Allah sebagai yang memberi berkah, maupun dari hadits Rasulullah sebagai orang yang paling mengetahui tentang Allah.Selamat menyimak.

Hujan

Di dalam surat Qaf ayat 9, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan, bahwa Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan air hujan yang mengandung berkah, alias kebaikan yang rata dan melimpah. Firman-Nya:

Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-bijitanaman yang diketam (dipanen).

Keberkahan hujan tak hanya disebutkan oleh Allah dalam ayat di atas.Namun masih ada saja yang belum mengetahui bahwa ternyata hujan mengandung berkah yang sangat banyak. Bahkan, sebagian orang sangat membenci hujan karena berbagai alasan.

Lantas, apakah wujud dari berkah hujan yang Allah turunkan? Disebutkan oleh para ulama, bahwa di antara berkah dari air hujan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan dengan sebabnya segala sesuatu menjadi hidup. (QS. al-Anbiya’: 30) Karenanya, sebenarnya hujan bermanfaat bagi manusia berkaitan dengan kebutuhan hidup mereka. Dan hal ini pun telah diterangkan oleh Allah sendiri dalam beberapa ayat-Nya yang mulia. (Baca: QS. an-Nahl: 10-11, QS. al-Furqan: 48-50, QS. Qaf: 9-11)

Karena itu juga, ketika hujan turun, Rasul mensyariatkan kepada kita agar berdoa kepada Allah supaya Dia menjadikan hujan yang turun tersebut sebagai rahmat dan dapat bermanfaat bagi makhluk. Rasulullah mengajarkan kita sebuah doa,

اللهم اجْعَلْهُ صَيِّباً نَافِعاً

Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

Demikian pula, ketika turun hujan sebaiknyakitaikuthujan-hujanan, atau paling tidak mengeluarkan anggota badan atau membiarkan kendaraan dan baju kita terkena air hujan.Hal ini juga telah dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat beliau. Ketika ditanya tentang alasan perbuatannya oleh sahabat Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu, Rasul Shallallahu ‘alaihi was salam menjawab, Karena hujan itu baru saja diturunkan oleh Rabbnya.” (HR. Muslim: 6/195)

Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu juga pernah melakukan hal yang sama ketika turun hujan. Beliau berkata kepada pelayannya, “Wahai pelayan, keluarkanlah pelanaku, keluarkan pakaianku!”Kemudian beliau membaca ayat 9 dari QS.Qaf. (Riwayat al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)

Jika tidak dengan hujan-hujanan, kita pun dapat memanfaatkan momen turunnya hujan dengan berdoa kepada Allah melalui doa yang baik. Sebab, selain membawa berkah, waktu turunnya hujan juga menjadi waktu yang mustajab bila kita berdoa di dalamnya.(Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah: 1469)

Pohon zaitun

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS.an-Nur ayat 35 mengenai cahaya Allah yang diibaratkan sebagai nyala api di dalam pelita kaca yang bersumber dari minyak pohon yang diberkahi. Itulah pohon dan minyak zaitun. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah mengatakan tentang buah dan minyak zaitun,

كُلُوا الزَّيْتَ ، وَادَّهِنُوا بِهِ ، فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Makanlah buah zaitun dan jadikanlah ia sebagai minyak, karena ia termasuk pohon yang diberkahi.” (HR. at-Tirmidzi dan yang lainnya, dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi)

Selain diperintahkan untuk mengonsumsinya melalui dalil di atas, ternyata Ibnul Qayyim juga menyebutkan manfaat dari zaitun yang banyak sekali dalam ilmu kedokteran. Beliau menyebutkan di antara manfaat dari minyak zaitun, bahwa ia bisa mengeluarkan cacing di dalam usus, melembutkan kulit dan mencegah penuaan dini. (Zadul Ma’ad hal.708)

Kuda

Bila makhluk-makhluk yang diberkahi di atas adalah tumbuhan dan hujan, maka dalam poin ini berasal dari jenis hewan. Hewan pertama yang mengandung barakah ialah kuda.Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

الْبَرَكَةُ فِي نَوَاصِي الْخَيْلِ

“Akan senantiasa ada keberkahan di ubun-ubun kuda.”(HR. al-Bukhari: 2851, Muslim: 4962)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam juga mengatakan,

اَلْخَيْلُ مَعْقُوْدٌ فِي نَوَاصِيْهَا الْخَيْرُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ: اَلْأَجْرُ وَ الْمَغْنَمُ

“Kebaikan diikatkan pada ubun-ubun seekor kuda hingga hari kiamat, yaitu pahala dan ghanimah (rampasan perang).” (HR. al-Bukhari 3/261, Muslim 3/1493)

Dan ternyata, Ibnu Abdil Barr menyatakan, bahwa tidak dijumpai penyebutan keutamaan bagi seekor hewan secara khusus seperti dalam hadits-hadits yang menerangkan keutamaan kuda. Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam sendiri sangat mencintai dan memperhatikan kuda. Bahkan Anas bin Malik menyebutkan, bahwa tidak ada yang dicintai oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi was salam setelah wanita, kecuali kuda. (HR. an-Nasa’i: 6/218)

Kambing

Hewan selanjutnya yang mengandung berkah ialah kambing.Mengenai keberkahan kambing, banyak hadits yang menunjukkan tentang hal itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam sendiri pernah bersabda kepada Ummu Hani’ Radhiallahu ‘anha,

اِتَّخِذِيْ غَنَمًا فَإِنَّ فِيْهَا بَرَكَةً

Peliharalah kambing, karena sungguh di dalamnya terdapat keberkahan.” (HR. Ibnu Majah 2/773 dan Imam Ahmad 6/424 dengan lafal yang berbeda)

Di antara keberkahan yang nampak dan sering dirasakan, bahwa kambing ialah hewan ternak berkaki empat yang sangat cepat berkembang, walaupun ada yang mati dan sering disembelih untuk dimakan.Kambing pun dapat menghasilkan susu yang mengandung komposisi mendekati dengan air susu manusia, sehingga lebih cocok digunakan sebagai alternatif ASI. Kulitnya pun dapat digunakan sebagai bahan pakaian.

Di samping itu pula, orang-orang yang mengembalakan kambing, akan mewarisi sifat tenang, ramah dan rendah hati terhadap sesama, sebagaimana disebutkan oleh al-Qurthubi. (Tafsir al-Qurthubi 10/80)

Penutup

Itulah di antara makhluk yang memiliki berkah yang dapat kita manfaatkan.Semoga dengan mengilmui hal ini kita tidak akan terjerumus kepada keyakinan yang salah perihalkeberkahan sebuah makhluk yang tak memiliki dasar yang jelas dari al-Qur’an dan Sunnah.Sehingga kita bisa mencari berkah dari makhluk-makhluk yang memang memiliki berkah menurut al-Qur’an dan as-Sunnah. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *