Pilih yang Cacat Karena Shalihah

Pilih yang Cacat Karena Shalihah

Soal:

Assalamu’alaikum. Ustadz, mohon nasihatnya. Bagaimana menurut Ustadz, menikah dengan akhwat yang cacat (buta), tapi orangnya insya Allah shalihah dan semangat belajar agama?

(Allum, 08123861XXXX)

 

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullah. Alhamdulillah, jika dia wanita muslimah, semangat menuntut ilmu agama, maka jika pria yang menikahinya bermaksud untuk menolong dia, membangun rumah tangga yang baik, bukan bermaksud jelek kepada wanita tersebut, insya Allah dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dan insya Allah wanita itu akan lebih sayang kepada suami dan anaknya, karena dia merasa mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui pria yang mau menikahinya. Jika orang menolong saudaranya mendapatkan pahala yang banyak, menolong janda dan orang miskin juga mendapatkan pahala, maka bagaimana dengan menolong wanita yang cacat fisiknya untuk menjaga kehormatannya dan memuliakannya sebagai istri? Tentu lebih banyak pahalanya, insya Allah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللهِ ، أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

“Orang yang membantu para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah, atau seperti orang yang shalat malam dan yang berpuasa siang hari.” (HR. al-Bukhari: 4934)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam juga bersabda:

وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selagi hamba itu senantiasa menolong saudaranya. (HR. Muslim 13/212)

 

Orang yang buta, jika dia beriman dan bersabar atas penderitaannya, niscaya Allah akan menggantinya dua mata yang indah di surga. Sahabat Anas Radhiallahu ‘anhu berkata, bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda,

إِنَّ اللهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِى بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian dia bersabar, niscaya Aku gantikan keduanya (dua matanya) dengan surga.’” (HR. al-Bukhari: 5653)

Semoga Allah memberkahi saudara yang akan menikah, dan memberi kesabaran serta pertolongan kepada penanya dan calon jodohnya dalam hubungan antara pasutri kelak. Amin.

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *