Resep Cinta Sekuntum Bunga

Oleh: Abu Yasir Syamsuddin.

 

Seorang yang cerdas adalah seorang yang mau mengambil pelajaran dari apa yang ada di sekelilingnya. Karenanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan kita untuk menadaburi berbagai ayat-Nya, baik ayat qur’aniah yang mengandung banyak sekali butiran makna dalam setiap kata yang kita baca, maupun ayat-ayat kauniah, berupa alam semesta, yang banyak mengandung rahasia Ilahi berupa keindahan, keteraturan dan keseimbangan. Itu semua menunjukkan Kemahaperkasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang maha esa yang menciptakan mengatur dan menjaga alam semesta ini.

Keanekaragaman ciptaan Allah juga akan memberikan keanekaragaman sifat, bentuk dan watak yang berbeda-beda. Demikian juga karakter manusia, meski demikian, secara umum manusia memiliki kesamaan dalam sifat, dalam persepsi, perasaan yang sama dalam cinta, benci, marah dan sebagainya. Semua manusia akan senang bila dirinya diterima oleh orang lain, dicinta oleh orang lain. Dan semua kita akan merasa tidak senang bila kita disisihkan dan dijauhi oleh orang lain atau mereka enggan untuk dekat-dekat dengan kita.

Pasangan suami istri terkadang suatu ketika akan merasakan saat pasangannya sudah mulai menjauhinya, tidak seperti awal-awal dahulu setelah menikah, setelah akad nikah; setiap waktu selalu ingin bersama, di manapun, kapanpun tak ingin jauh-jauh dari ‘sang kekasih’. Namun seiring berjalannya waktu, seakan ada sesuatu yang memisahkan kedekatan mereka berdua. Seakan ada penghalang yang mungkin tidak mereka sadari. Parahnya lagi, ternyata bukan hanya sang suami yang selalu menjauhinya atau istri yang menghindar darinya, tapi ternyata orang lain pun tidak ingin dekat-dekat dengannya lantaran tidak merasa nyaman tatkala bersama atau berdekatan dengannya.

Berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki, ada kekurangan yang harus segera ditutupi untuk menghindari kesenjangan yang berkepanjangan, bahkan bisa berujung kepada kebencian dan hilang rasa cinta kasih yang selama ini dibangun.

Wahai para istri, wahai para suami dan siapa pun Anda. Maukah Anda selalu dicintai oleh orang lain? Orang lain akan merasa betah tatkala duduk bersama dengan Anda. Wahai suami yang ingin selalu istrinya berdampingan dengannya, dan wahai seorang istri yang selalu ingin suaminya betah berada di sisinya. Ada sebuah resep cinta, yang patut kita pelajari, yang patut untuk direnungi dan diamalkan agar kita selalu mendapatkan cinta yang langgeng, cinta sejati yang selalu didambakan oleh semua.

 

Belajar dari kisah sekuntum bunga

Marilah kita pelajari sebuah resep cinta dari sekuntum bunga. Ada apa dengan sekuntum bunga? Apa yang menarik darinya? Bukankah ia hanya sebuah tumbuhan biasa yang tidak bisa dipetik buahnya, bahkan cenderung tumbuhan yang lemah; kalau disentuh dengan kuat akan mudah patah, kalau tak disiram ia akan layu, bila dicampakkan pun ia akan teronggok begitu saja.

Namun tahukah Anda, jika kita memperhatikan sekuntum bunga ada sesuatu yang menarik pada diri sekuntum bunga, yang bisa diambil pelajaran oleh semuanya terutama sekali oleh para pasutri. Apa pelajaran dari sekuntum bunga? Ya, tidaklah sekuntum bunga itu tumbuh kecuali semua makhluk akan suka dan cinta kepadanya.

Lihatlah, semut-semut akan datang berbondong-bondong ke pucuk-pucuk bunga untuk mencari makanan dan tinggal di sana. Lihatlah, kupu-kupu cantik juga akan berterbangan mengelilingi dan merasa betah hinggap di atasnya. Lebah-lebah pun datang disusul pula oleh ‘sang kumbang’ yang seakan berlomba-lomba untuk mendatangi sekuntum bunga hanya untuk mencicipi madu manisnya. Dan tak kalah pula manusia akan datang menghampiri kebun-kebun bunga, hanya untuk menikmati indahnya warna-warni dan mencium semerbak wangi aroma bunga.

Inilah sekuntum bunga, tidaklah ia tumbuh kecuali semua makhluk akan suka dan cinta kepadanya. Nah, sekarang kita tanyakan, sebenarnya apa resep cinta dari sekuntum bunga? Mengapa ia begitu dicintai oleh semua makhluk? Mengapa semua makhluk merasa betah untuk selalu bersamanya? Inilah rahasia yang akan kita ungkap sebentar lagi.

Tidak tahukah kita, bahwa cintanya semua makhluk kepada kita, mereka tidak murka dan tidak membenci kita merupakan juga salah satu tanda bahwa Allah juga mencintai kita. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam pernah mengabarkan dalam sabdanya, “Jika Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambanya, maka Dia akan memanggil Jibril dan mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai si fulan, maka cintailah dia, maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril menyeru penduduk langit bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia, maka penduduk langit pun mencintainya, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala meletakkan kecintaan itu pada penduduk bumi, sehingga mereka pun cinta dengan si fulan.” (HR. al-Bukhari: 6040, Muslim: 6873)

Alangkah bahagianya bila kita selalu dicintai oleh semua, maka ketahuilah ada beberapa resep cinta dari sekuntum bunga yang wajib kita pelajari dan kita terapkan dalam kehidupan kita, di antaranya:

Pertama: Sekuntum bunga selalu berpenampilan yang indah dengan warna-warni yang mempesona. Siapa pun yang melihat sekuntum bunga dengan warna-warni yang beraneka macam dia akan segera jatuh hati kepadanya. Lihatlah bunga kertas, warna-warninya yang indah, walaupun lama dipandang namun kita tidak akan merasa puas. Lihatlah bunga melati, warna-warninya sungguh sangat menenteramkan hati. Pandangi juga bunga mawar, yang selalu terlihat indah dan juga segar.

Sekuntum bunga menampilkan warna-warni mempesona yang indah dipandang mata, dari sini hendaklah kita mengambil pelajaran berharga dari sekuntum bunga, bahwa hendaklah kita selalu memperhatikan penampilan, terutama sekali pakaian yang kita pakai. Hendaklah selalu rapi, tidak kusut, compang-camping, namun pakaian yang bersih dan indah. Karena semua orang mencintai keindahan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai keindahan. Rasulullah n\ bersabda:

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah Mahaindah dan mencintai keindahan.” (HR. Muslim: 275)

Walaupun indah tak selamanya mahal dan baru. Maka hendaklah seorang muslim memperhatikan pakaiannya, apalagi pasutri yang menginginkan cinta dari sang kekasih, perhatikanlah pakaian yang Anda kenakan, jangan sampai kumal, compang-camping, rambut berantakan tak disisir, muka cemberut maupun masam.

Kedua: Sekuntum bunga selalu beraroma harum dengan wangi yang memikat hati. Inilah sekuntum bunga yang selalu harum semerbak dan menggoda, siapa pun yang menciumnya maka pasti dia akan jatuh cinta kepadanya. Lihatlah kupu-kupu cantik itu, dia betah hinggap di atas bunga, karena bunga mengeluarkan aroma wangi yang menggoda hati. Lihatlah Lebah dan kumbang-kumbang yang menghampiri sekuntum bunga, karena wewangian yang diciumnya. Manusia pun berdatangan mengunjungi kebun-kebun bunga, dan tidaklah mereka melewati sekuntum bunga melainkan mereka akan menciumnya.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, barang siapa yang ingin mendapatkan cinta, hendaklah dia menjaga kebersihan diri, menjaga aroma badan dan aroma mulut, jangan sampai orang yang di dekat kita menjauh gara-gara masalah bau badan dan bau mulut kita yang tak sedap.

Terkadang seorang suami enggan untuk selalu dekat dengan istrinya karena bau badan yang tidak segera dihilangkan, pun terkadang seorang istri tidak ingin dekat-dekat dan bercengkerama dengan suami lantaran bau mulut yang sangat mengganggu. Parahnya lagi, jika tidak ada saling keterbukaan antara kedua pihak, mungkin karena segan, atau karena demi menjaga perasaan ‘sang kekasih’, dikhawatirkan hal itu akan semakin meruncing dan tidak akan menemukan titik temu. Semua orang menyenangi bau harum dan membenci bau yang tidak sedap. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam sendiri mengatakan:

حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُنْيَا : النِّسَاءُ وَالطِّيْبُّ

Aku diberikan kecintaan kepada dunia yaitu kepada wanita dan minyak wangi.” (HR. Abu Dawud: 4094)

Dan secara tegas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam melarang seorang untuk memakan bawang, ketika hendak menghadiri shalat berjamaah, yang demikian karena ‘bau bawang’ itu akan mengganggu orang lain, yang juga akan mengganggu kekhusyukan dalam shalat.

Ketiga: Sekuntum bunga selalu menjamu para tamu dengan segelas madu. Marilah kita perhatikan, tidaklah kupu-kupu datang menghampiri ‘si bunga’ kecuali untuk meminum madunya. Tidaklah lebah dan kumbang datang kecuali untuk menghisap madu. Tidaklah semut-semut datang kecuali mencari makanan kesukaannya. Semua makhluk mencintai sekuntum bunga, karena bunga bisa memberi manfaat kepada yang lainnya.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, bahwa apabila kita ingin dicintai seperti sekuntum bunga, hendaknya kita menjadi seorang yang selalu bisa memberi manfaat dan berguna kepada sesama. Berguna untuk diri kita sendiri, agama, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Hendaklah kita membalas sebuah kebaikan dengan kebaikan yang semisalnya atau yang lebih baik darinya. Siapa pun Anda, apa pun profesi Anda, jadilah seorang yang bisa memberi manfaat untuk orang lain, jangan hanya mengharap manfaat dan kebaikan dari orang. Namun hendaknya justru kita yang bisa memberi manfaat kepada mereka. Dengan begitu kita akan dicinta oleh orang lain. Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam juga bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberi manfaat kepada manusia.” (Shahihul Jami’: 5600)

Demikian pembahasan singkat ini, semoga bisa memberi manfaat kepada penulis dan kepada siapa pun yang membacanya dan mau mempraktikkan dalam kehidupannya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *