Seluk Beluk Kurma

Oleh: Beta Sagita S.T.P.

 

Kurma merupakan makanan khas di bulan Ramadhan. Berbagai jenis dan aneka olahan kurma dijual di bulan Ramadhan. Pada tulisan kali ini, marilah kita mengenal lebih dekat dengan tanaman dan buah yang satu ini.

Pohon kurma adalah sejenis pohon dari jenis palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix. Nama laitinnya adalah Phoenix dactylifera. Pohon ini dapat tumbuh sampai melebihi 20 meter pada kondisi yang sesuai. Sekalipun sudah berbuah pada umur 4 tahun, kurma baru bisa dipanen secara ekonomis pada umur 7 sampai 10 tahun.

Kurma merupakan tanaman khas padang pasir. Perkebunan kurma dapat kita jumpai di sekitar wilayah Mesopotamina, Jazirah Arab, sampai Afrika Utara. Belakangan ini, perkebunan kurma juga sudah mulai dibuka di benua Amerika seperti di California, Amerika Serikat.

Jika kita melihat persebaran perkebunan kurma di atas, dapat kita simpulkan bahwa kurma adalah tanaman sub-tropis yang membutuhkan kondisi alam yang panas namun kering. Namun ternyata kurma potensial untuk dibudidayakan di Indonesia. Sekalipun Indonesia bukan negeri padang pasir, namun dengan tekonologi yang ada sekarang, kurma bisa dibudidayakan di Indonesia.

Thailand dan Malaysia adalah dua negara tetangga kita yang sudah membudidayakan kurma secara komersial. Di Indonesia pun perkebunan kurma sudah dibuka di wilayah Jonggol, Bogor, Jawa Barat. Sebenarnya kurma sudah semenjak lama ditanam di Indonesia. Namun dahulu kurma hanya dipakai sebagai tanaman hias.

Daun kurma yang sulit gugur menjadikan kurma lebih dipilih sebagai pohon penghias area perumahan menggantikan kelapa, pinang dan jenis tanaman palm lainnya. Daun palm yang gugur bersama pelepah menyebabkan jenis palm lain dianggap berbahaya jika ditanam di area perumahan. Selain melukai penduduk, pelepah daun yang jatuh juga bisa merusak kendaraan dan mengotori jalan.

Namun pohon-pohon kurma tersebut memang terbukti tidak berbuah. Karena itu muncullah anggapan bahwa kurma mustahil berbuah di Indonesia. Padahal jika kita lihat hukum sebab-akibat, didapatkan data bahwa 70-80% biji kurma menghasilkan kurma jantan. Kurma jantan jelas tidak berbuah.

Sehingga, jika kita ingin membuat perkebunan kurma, kita disarankan melakukan perbanyakan dengan cara reproduksi vegetatif. Reproduksi vegetatif yang potensial adalah kultur jaringan. Prinsipnya, jaringan parenkim pada kurma betina diambil kemudian diberi perlakuan khusus menggunakan aneka hormon. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa 100% kurma yang dihasilkan dari metode ini adalah kurma betina.

Hasil panen kurma sebetulnya bukan hanya kurma-kurma yang kita kenal dikemas di supermarket-supermarket saja. Hasil panen kurma sedikitnya ada tiga jenis. Jenis pertama adalah busr. Busr adalah kurma yang masih sangat muda (pentil). Sehingga rasanya manis-manis sepat seperti salak, namun tidak ada rasa asam.

Jenis kedua adalah ruthab. Ruthab adalah kurma yang sudah matang di pohon. Rasa sepatnya masih tersisa sedikit namun rasa yang dominan adalah manis-manis sedang. Ruthab ini memiliki tekstur seperti pinang masak atau seperti sabut kelapa muda namun rasanya manis. Sehingga jika kita menggigitnya, serat-serat serabutnya cukup terasa.

Jenis ketiga adalah tamr. Tamr adalah kurma yang sudah disimpan. Akibatnya, serat-serat serabutnya melemas dan melembek. Tamr sering diterjemahkan dengan kurma kering. Sekaipun tamr memang memiliki kadar air aktif di bawah ruthab, namun sesungguhnya tamr bisa kita dapatkan tanpa proses pengeringan secara sengaja. Jika Ruthab dibiarkan begitu saja di meja atau bahkan disimpan lama di dalam kulkas, ruthab akan berubah menjadi tamr.

Berdasarkan data di atas, jika kita ingin menyimpan ruthab dan mengonsumsinya sebagai ruthab, hendaknya kita memasukkannya ke freezer (alat pembeku). Sesungguhnya hubungan antara ruthab dan tamr adalah bagaikan hubungan anggur dengan kismis. Anggur dengan kadar gula 20 brix atau lebih seperti jenis sultana, jika disimpan di tempat kering juga akan berubah menjadi kismis. Sebagaimana kita tidak mungkin memanen kismis di hari memanen anggur, kita pun tidak mungkin mendapat tamr di hari memanen kurma.

Ruthab jika berubah menjadi tamr, beratnya akan menyusut karena menguapnya air ke udara. Seberapa besar penyusutannya? Ini tergantung jenis kurmanya. Namun secara umum menyusut sekitar 50%. Jadi untuk mendapatkan 650 kg tamr, kira-kira kita harus memanen 1,3 ton ruthab.

Ruthab jika berubah menjadi tamr, volumenya juga berkurang sedikit. Tidak separah anggur yang berubah menjadi kismis. Namun belum kami temukan data yang mengungkapkan besar penyusutan volume tersebut. Maksudnya, kita belum mengetahui, untuk menghasilkan 1 keranjang tamr, berapa keranjang ruthabkah yang diperlukan?

Jika kita membicarakan kandungan buah kurma, maka kurma merupakan sumber gula alami yang sangat baik. Dari 100 gram daging buah kurma tamr (tanpa biji), 60% lebihnya adalah gula. Karena itulah rasa tamr sangat manis. Umumnya manusia menganggap suatu makanan manis jika memiliki kadar gula 15 %. Itu artinya tamr memiliki kadar kemanisan 4 kali lipat dari teh manis.

Karena itu tamr sangat baik dikonsumsi oleh orang-orang yang memerlukan energi yang mudah diserap tubuh. Misalkan orang yang lemah karena penyakit tertentu atau orang yang baru berbuka puasa. Energi pada kurma disimpan dalam bentuk gula simpleks. Artinya, gula itu mudah diserap tubuh dan bisa langsung digunakan sebagai sumber energi.

Hal ini akan berbeda dengan gula kompleks seperti pada nasi dan roti. Gula kompleks pada nasi dan roti butuh untuk diurai dulu menjadi gula simpleks menggunakan enzim alfa-amilase. Dengan demikian, sebelum mendapatkan energi dari nasi, tubuh perlu mengeluarkan energi dulu untuk memproduksi dan mensekresikan enzim tersebut.

Selain keunggulan dari sisi gula, kurma juga merupakan sumber kalium yang cukup baik. Kalium diperlukan tubuh dalam proses transport seluler nutrisi. Jika tubuh kekurangan kalium, hal ini akan berakibat pada ketidaksetimbangan metabolisme sel. Secara empiris, konsumsi natrium berlebih diiringi dengan kekurangan kalium akan memicu kenaikan tekanan darah. Karena itulah penderita darah tinggi dibatasi mengonsumsi garam dan MSG yang banyak mengandung natrium serta dianjurkan banyak mengkonsumsi sayuran dan buah yang kaya kalium.

Jenis-jenis kurma sangat banyak. Ada yang berukuran besar seperti Medjool (مجهول) dan Anbarah (عنبرة). Ada pula yang bulat kecil seperti Lu’lu (لؤلؤ) dan Ajwah (عجوة). Bahkan ada varietas baru yang tidak dibudidayakan di Arab seperti Empress yang dibudidayakan di California, Amerika Serikat. Dari yang manis lembut seperti Sukkari (سكري) sampai yang manis-manis jambu (kurang manis) seperti Khalas (خلاص) dan Deglet Noor (النور دڤلة). Namun hampir semua kurma ini sampai ke tangan kita dalam bentuk tamr. Wallahu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *