Sudahkah Putra Kita Shalat di Masjid?

Oleh: Ust. Aunur Rofiq Lc,

 

Masjid rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala

Masjid adalah rumah Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanah yang paling dicintai oleh-Nya, markas dan tempat berkumpulnya kaum muslimin selama lima waktu, tempat bersatunya kaum muslim di dalam ibadah dan tauhid, menjadi kuatnya barisan kaum muslim dan menjadi takutnya musuh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati orang kafir jauh dari masjid, bahkan membenci dan memusuhinya. Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (QS. at-Taubah: 17)

 

Sebaliknya, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati orang mukmin, sebagai orang yang memakmurkan masjid dengan shalat di dalamnya, menyampaikan ilmu dan amal ibadah lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. at-Taubah: 18)

 

Sudahkan putra kita shalat di masjid?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam menganjurkan kita sebagai orang tua agar mengajari anak kita shalat ketika masih berumur tujuh tahun, dan mencambuknya jika enggan shalat sedangkan dia berumur sepuluh tahun. Sabrah bin Ma’bad al-Juhani Radhiallahu anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

 

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ

 

“Perintahkanlah anak-anak untuk mengerjakan shalat, apabila telah berumur tujuh tahun. Dan apabila telah berumur sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud: 494)

 

Banyak anak dari para sahabat shalat di masjid. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam membawa cucunya, al-Hasan dan al-Husain di masjid. Ini adalah uswah dan tuntunan beliau Shallallahu ‘alaihi was salam yang banyak dilupakan oleh umat Islam pada zaman sekarang. Anak sudah berumur lebih dari 10 tahun jarang shalat di masjid. Bahkan terkadang mereka tidak shalat!! Inilah yang sering kita saksikan di masjid. Sehingga jamaah yang berada di dalamnya hanyalah kaum tua yang sudah mendekati ajalnya, sedangkan generasi muda jarang kita dapati kecuali hanya beberapa gelintir di beberapa masjid. Ini adalah kesalahan orang tua yang tidak bertanggung jawab atas ibadah anaknya.

 

Faedah anak shalat di masjid

Tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintah hamba yang beriman agar shalat berjamaah di masjid, demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam memerintah umatnya agar shalat di masjid melainkan pasti banyak faedahnya, di antara faedah anak shalat di masjid:

  1. Orang tua berlepas diri dari tanggungannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan lepas dari dosa setelah memerintah anaknya shalat di masjid.

Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang memiliki budak, anak yatim, dan anak kecil, lalu mereka tidak diperintah shalat, sungguh akan dihukum ketika sudah besar bila masa kecilnya tidak shalat, dan perlu dita’zir (dihukum) dengan ancaman yang keras, karena dia bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Masa’il fi ashShalat, Ibnu Taimiyyah 22/51)

 

  1. Orang tua akan mendapat pahala karena membiasakan putranya shalat di masjid.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

 

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

 

“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebajikan), maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun.” (HR. Muslim: 6980)

 

  1. Anak di dalam penjagaan Allah Subhanahu wa Ta’ala sepanjang hari.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ فَلا يَطْلُبَنَّكُمْ اللهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa shalat Shubuh (berjamaah) maka dia berada di dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminannya sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Muslim: 1050, Bab; Keutamaan Shalat Isya’ dan Shubuh dengan Berjamaah)

 

  1. Anak ketika dewasa akan keluar dari kelompok munafik dan orang kafir.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka dia kafir.” (HR. Ahmad: 23639, dishahihkan oleh al-Albani)

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاةُ الْعِشَاءِ وَصَلاةُ الْفَجْرِ. وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat Shubuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui apa (kebaikan) yang ada pada keduanya, tentu mereka akan mendatangi keduanya walaupun dengan merangkak.” (HR. al-Bukhari: 106)

 

  1. Memberi semangat kepada anak agar berbuat kebajikan, agar punya simpanan pahala kelak dipetik oleh orang tuanya besok hari kematiannya juga oleh anaknya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendoakan untuknya.” (Shahih, HR. at-Tirmidzi: 1376, Ahkam alJana’iz (176), al-Irwa’ no. 1980)

 

Pendorong anak agar shalat di masjid

  1. Hendaknya orang tua menjadi contoh bagi putranya. Dengan menjalankan shalat berjamaah di masjid dan mengajak anaknya tatkala anak sudah berumur tujuh tahun. Insya Allah, anak akan semangat dengan semangat orang tuanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan hamba yang hanya pandai berbicara tetapi tidak bisa memberi contoh yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. ash-Shaff: 3)

 

  1. Hendaknya orang tua mendahulukan urusan akhiratnya daripada urusan dunia, agar anak mewarisi akhlak orang tuanya yang selalu mementingkan ibadah. Tidak sebaliknya, keberadaannya menjadi orang yang rakus dunia dan tercela. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.. (QS. al-A’la: 16-17)

 

  1. Hendaknya bersabar ketika menyuruh anak ke masjid. Sebab, terkadang mereka merasa berat dan mogok. Hendaknya memerintah dengan lembut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

 

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)

 

  1. Hendaknya anak diistirahatkan dari hal yang menjadikan mereka berat berangkat shalat jamaah di masjid. Misalnya ketika malam hari, hendaknya mereka segera tidur pada awal malam sehingga tidak merasa keberatan bangun menjalankan shalat Shubuh dengan berjamaah.

 

  1. Mendoakan anak agar mereka menjadi orang yang menegakkan shalat, karena doa sangat penting untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. (QS. Ibrahim: 40)

 

Demikianlah sekelumit nasihat yang dapat kami tuliskan. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan semoga anak kita semua menjadi anak yang shalih dan shalihah, ahli shalat dan ibadah sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *