Wahai Rabbku, Lapangkanlah Dadaku

Oleh: Abu Ilyas Zaenal Musthofa

 

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي , وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي , وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي , يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

 

Makna Kalimat:[1]

  1. Kalimat رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي maksudnya lapangkanlah dadaku agar aku mampu menanggung gangguan dan cobaan (perkataan maupun perbuatan), sehingga dadaku tak menjadi sempit dengan itu semua. Karena bila seseorang dadanya sempit maka dia tidak layak menjadi da’i yang menyeru manusia kepada kebenaran. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Ali ‘Imran ayat 159 yang menjelaskan tentang sifat sabar dalam diri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was salam.

 

  1. Sedangkan kalimat وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي maksudnya, adalah berilah kemudahan kepadaku dalam setiap perkara yang aku tempuh, setiap jalan yang kulalui dalam rangka berdakwah di atas jalan-Mu, ringankanlah setiap rintangan yang berada di hadapanku.

 

Faedah:[2]

  1. Ini merupakan doa Nabi Musa ‘Alaihis salam yang beliau panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar melapangkan dadanya. Karena beliau diutus dengan perkara yang besar; perintah untuk mendakwahi raja terzalim, terbesar dan berkuasa di permukaan bumi pada saat itu, paling kufur dan mempunyai bala tentara yang sangat banyak hingga dia tidak mengenal penciptanya.
  2. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabadikan doanya dalam al-Qur’an surat Thaha ayat 25-28. Oleh karena itu, sebagai seorang da’i atau juru dakwah hendaknya meneladani perilaku beliau dalam mengajak manusia kepada jalan yang benar. Walaupun Musa ‘Alaihis salam menjadi seorang Nabi yang mendapat jaminan dan pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala namun beliau tidak lupa untuk senantiasa berdoa kepada Dzat yang telah mengutusnya untuk kebaikan dirinya dan kaumnya.
  3. Seorang da’i ilallah (mengajak pada jalan Allah) sangat membutuhkan lapangnya dada, lemah lembut serta bijaksana, lisan yang fasih, pandai mengolah bahasa sehingga ungkapan dan tutur katanya mudah dipahami oleh mad’unya, terutama jika mad’unya dari orang-orang yang suka membangkang, sombong dan melampaui batas.
  4. Apabila kita melihat sejarah para Nabi dan Rasul niscaya kita akan jumpai bahwa mereka memiliki sifat-sifat di atas, terutama Rasul penutup dan yang paling mulia di antara mereka, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi was salam. Dengan semua sifat yang beliau miliki, kerasnya permusuhan kafir Quraisy serta perangai jahiliah mereka bisa berbalik arah menjadi masyarakat yang berperadaban mulia.
  5. Barangsiapa dalam ketaatan kepada Allah, senantiasa minta pertolongan kepada-Nya, yakin akan janji-Nya dan senantiasa mengharap pahala dari-Nya maka Allah akan senantiasa bersamanya. Dan apabila Allah senantiasa bersamanya maka rasa takut dan cemas tidak akan menghampirinya.

[1] Taisir al-Karim ar-Rahman hal. 477.

[2] Taisir al-Karim ar-Rahman hal. 477, Qashashul Anbiya’ as-Sa’di hal. 180. Untuk mengetahui pentingnya meminta lapangnya dada, silakan membaca ayat-ayat berikut: al-An’am[6]: 125, az-Zumar[39]: 22.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *